Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Progres Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2: Mayoritas KPM via Pos Masih dalam Proses

Mutia Tresna Syabania • Selasa, 24 Juni 2025 | 09:37 WIB
Ilustrasi uang bansos
Ilustrasi uang bansos
RADAR BOGOR - Bagi Anda KPM bansos PKH dan BPNT yang pencairannya di periode sebelumnya melalui PT Pos Indonesia, serta bantuan tambahan atau penebalan BPNT Rp400 ribu untuk alokasi Juni-Juli 2025.
 
Update terbaru hari ini, berdasarkan pemantauan di akun SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) pada menu View DTKS.
 
Saat dicek melalui menu View DTKS, tampilan riwayat bansos PKH maupun BPNT menunjukkan "data tidak ditemukan". 
 
Namun, jika dicek melalui riwayat bansos PBI (Penerima Bantuan Iuran), barulah terlihat KPM menerima bansos apa saja (PBI, PKH, BPNT).
 
Pada pengecekan hari ini di menu View DTKS riwayat bansos PBI, bagi KPM PKH maupun BPNT, status transaksinya adalah strip (-). 
 
Baca Juga: Hari Ini Penyaluran Bansos Peralihan DTKS ke DTSEN, Pastikan Data Anda Lolos Kriteria Penerima Bantuan
 
Padahal, pada update terakhir, status transaksinya adalah "proses bukol" (proses pembukaan rekening kolektif) dan nominalnya sudah tertera Rp600.000.
 
Begitu pula untuk bansos penebalan BPNT Rp400.000 (Juni-Juli), sebelumnya sudah muncul nominalnya Rp400.000 dengan status transaksi "proses cek rekening". 
 
Namun, per pagi hari ini, ketika dicek, keterangan bansos penebalan BPNT Rp400.000 ini hilang dari tampilan View DTKS di akun SIKS-NG.
 
Untuk bansos PKH dan BPNT (baik KPM PKH murni, KPM PKH + BPNT, maupun KPM BPNT murni), status transaksinya adalah strip (-) dan nominal bantuannya juga strip (-). Namun, ketika dicek di menu Final Closing, statusnya adalah "bukol".
 
Baca Juga: Ibu di Bekasi Ingin Anak Semata Wayangnya Tetap Diproses Hukum Meski Sudah Memaafkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Semua Ada Hikmahnya
 
Status "bukol" (proses pembukaan rekening kolektif) ini biasanya dilakukan untuk awal penyaluran, yang bisa jadi mengindikasikan adanya pergantian penyalur sehingga KPM harus dibuatkan rekening baru.
 
Proses penyaluran yang awalnya direncanakan melalui PT Pos Indonesia kemungkinan akan dialihkan ke penyalur lain, sehingga membutuhkan pembukaan rekening baru.
 
Jika penyaluran tetap melalui PT Pos Indonesia, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama karena KPM sudah memiliki rekening di PT Pos. 
 
Baca Juga: Kisah Awal Mula Pertemuan Dedi Mulyadi dengan Mang Ado, Dulu Pengamen Bersuara Merdu di Pinggir Jalan, Kini Sering Tampil Bareng Gubernur Jawa Barat
 
Namun, jika ada penyalur baru (baik bank atau pihak lain), ini akan membutuhkan proses pembukaan rekening kolektif yang baru, sehingga memerlukan waktu lebih lama dibandingkan penyaluran di periode biasanya.
 
Meskipun keterangan bansos penebalan BPNT Rp400.000 saat ini hilang dari tampilan View DTKS, jangan khawatir, pastinya bantuan ini akan tetap disalurkan. 
 
Karena perkembangan pencairan bansos untuk periode sebelumnya (via Pos) terus berubah, semoga saja agar ada titik terang secepatnya.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#bansos