Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pendaki Asal Brasil Ditemukan Meninggal di Gunung Rinjani, Begini Proses Evakuasi Korban

Achmad Fuji Asro • Rabu, 25 Juni 2025 | 18:00 WIB

 

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi terhadap pendaki asal Brasil yang jatuh di tebing sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani.
Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi terhadap pendaki asal Brasil yang jatuh di tebing sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani.

RADAR BOGOR - Tim SAR menjangkau posisi pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang dilaporkan jatuh ke arah Danau Segara Anak di sekitar Cemara Nunggal, Gunung Rinjani dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan berikut proses evakuasi korban.

Dilansir dari Instagram @sar_nasional, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi menyampaikan para personel memutuskan untuk melakukan flying camp atau berkemah di lokasi sekitar posisi korban hal itu lantaran karena hari sudah mulai gelap dan medan yang sulit setelah posisi korban bisa didekati pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 18.00 WITA.

Dalam proses penyelamatan, Basarnas mengerahkan helikopter HR-3606 beserta personel Basarnas Special Group (BSG) sudah tiba di Lombok demi memperkuat operasi SAR.

Baca Juga: Perjuangan Ibu di Bekasi yang Diperlakukan Buruk oleh Anak Semata Wayang hingga Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Cerai Kini Kerja di Tetangga

Masih pada hari yang sama, helikopter milik PT AMMAN juga sempat melakukan pencarian akses evakuasi, tetapi terkendala kabut tebal yang menghalangi pandangan. Setelah serangkaian proses dilakukan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberi perhatian serius dalam proses evakuasi.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso juga langsung ke lokasi kejadian memantau operasi SAR di Rinjani yang dihadiri perwakilan dari Kedutaan Besar Brasil serta keluarga korban yang telah tiba di Posko Resort Sembalun.

Baca Juga: Penampilan Terbaru Denada Bikin Pangling Pasca Oplas Hidung, Warganet Bilang Begini

Di sisi lain, Tim Search and Rescue (Tim SAR) Indonesia saat ini banyak mendapat dukungan moral dari beragam warga di Indonesia.

Dukungan moral yang didapat oleh Tim SAR Indonesia itu bermula dari upaya evakuasi terhadap pendaki Gunung Rinjani asal Brasil tersbeut.

Tim SAR Indonesia yang mendapat kabar adanya pendaki asing asal Brasil langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan evakuasi dengan penuh dedikasi.

Mula-mula yang dilakukan oleh Tim SAR Indonesia guna mengevakuasi Juliana dengan mendatangi lokasi terdekat, tempat pendaki itu terperosok.

Baca Juga: Sosok Darkiman, Pria yang Siram Gubernur Jawa Barat dengan Air Demi Selamatkan Anak yang Ikut Berdesakan di Bekasi, Dedi Mulyadi: Ahli Sedekah

Sesampainya di jalur yang sudah tidak dapat dijelajah tanpa peralatan, Tim SAR melakukan pengamatan dengan memanfaatkan indra penglihatan dan pendengaran.

Pada saat proses pengamatan itu, terdengar suara Juliana Marins yang berteriak minta tolong, dan terdengar oleh Tim SAR.

Tim SAR bergegas menggunakan drone untuk melihat posisi pasti Juliana dari atas dan berhasil ditemukan titik pendaki tersebut bertahan.

Sulitnya medan menuju ke lokasi Juliana Morins terdiam, Tim SAR diharuskan untuk menyiapkan alat yang tentu membutuhkan waktu.

Alhasil, tim SAR menyiapkan peralatan flying fox menuju ke lokasi Juliana Morins berada. Pendaki asal Brasil itu akhirnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Di sis lain, penemuan Juliana Marins menimbulkan persepsi dari berbagai kalangan warga, terutama bagi warga asal pendaki itu berasal.

Tim SAR yang mendapat beragam komentar dari warga luar negeri yang sontak membuat warga Indonesia banyak yang membela.

Salah satu dukungan kepada Tim SAR diberikan oleh warga Indonesia, dengan mengatakan jika perjuangan yang dilakukan oleh regu penyelamat itu sudah maksimal. 

“Harus diapresiasi perjuangan Tim SAR yang sudah berjuang semaksimal mungkin dengan cuaca sangat berkabut dan harus turun sedalam 600 meter,” tulis salah satu warganet di X.

Editor : Eka Rahmawati
#brasil #gunung rinjani #pendaki