Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Genjot Target Capaian ODF, Bakal Bangun Septictank Komunal Lewat Dana Alokasi Khusus

Reka Faturachman • Rabu, 25 Juni 2025 | 18:40 WIB
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih saat hadir di podcast Radar Bogor beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih saat hadir di podcast Radar Bogor beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, terus menggenjot penanganan kasus Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tertutup dengan membangun septictank komunal.

Salah satunya dengan membangun septictank komunal di wilayah pemukiman warga yang belum memiliki sanitasi yang baik.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan pembangunan septictank komunal tersebut akan dilakukan pihaknya mnelalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.

“Nanti akan dilaksanakan di beberapa wilayah, sekira 21 kelurahan. Anggarannya dari DAK senilai Rp9 Miliar,” ujarnya kepada Radar Bogor 25 Juni 2025.

Esti berharap, upaya ini bisa meningkatkan taraf Open Defecation Free (ODF) di Kota Bogor secara bertahap.

Ia menargetkan pada tahun ini Kota Bogor bebas dari BABS. Upaya tersebut disebutnya juga dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

Seperti yang telah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor yang juga berada di bawah naungannya.

“Disperumkim sudah berhasil menihilkan angka BABS di dua kelurahan yakni Pasirmulya dan Cibadak. Lewat CSR Telkomsat sebesar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun septictank komunal dan individu,” jelas Esti.

Di kesempatan lain Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan strategi percepatan stop BABS di Kota Bogor yakni menggunakan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Pendekatan ini dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi dan peningkatan penyediaan akses sanitasi.

Retno mengatakan sejak tahun 2023 persentase kelurahan yang telah terverifikasi ODF mencapai 100 persen sembari didukung komitmen akan menuntaskan sisa rumah BABS tertutup (rumah yang memiliki jamban tetapi tidak memiliki septic tank atau sarana pembuangan tinja).

"Data Maret 2025 masih ada 20.398 rumah (21.703 Keluarga) yang tergolong BABS tertutup. Jumlah initersebar di 60 kelurahan.

Untuk 8 kelurahan lainnya telah mencapai 100 persen stop BABS terbuka dan tertutup," terang Retno. (Fat)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Septictank #babs