Hari Ini, Pencairan Bansos PKH dan BPNT Berlanjut, Saldo Masuk untuk KPM Susulan Rp600 Ribu di Empat Bank
Mutia Tresna Syabania• Kamis, 26 Juni 2025 | 09:03 WIB
Ilustrasi uang pencairan bansos
RADAR BOGOR - Meskipun perlahan, bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT terus disalurkan bagi para KPM yang belum menerimanya. Hari ini beberapa KPM melaporkan adanya saldo masuk untuk PKH maupun BPNT.
Terpantau Pencairan per 26 Juni 2025:
- Bank BNI: Terjadi saldo masuk senilai Rp600.000 untuk komponen lansia pada 25 Juni 2025.
Selain itu, ada juga laporan saldo masuk Rp600.000 untuk BPNT murni dari Bank BNI pada tanggal yang sama. Bank BNI terpantau sangat aktif dalam proses pencairan ini sejak kemarin.
- Bank BRI: Terjadi penarikan senilai Rp600.000 untuk komponen lansia. Setelah beberapa hari tertunda, pencairan untuk komponen lansia ini mulai aktif hari ini.
Semoga pencairan dari Bank Mandiri dan Bank BSI segera menyusul, mengingat masih banyak KPM yang bantuannya belum tersalurkan.
Penting untuk diketahui bahwa pencairan pada termin susulan ini hanya berlaku bagi KPM yang:
- Masih terdaftar aktif.
- Statusnya di SIKS-NG masih dalam tahapan SPM (Surat Perintah Membayar). Memang ada kemunduran proses dari SPM ke SI (Standing Instruction) karena perbaikan data.
Jika statusnya sudah terdaftar, periode salur sudah berubah, dan keterangan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) juga sudah berubah, maka bantuan Anda sudah pasti akan dicairkan, meskipun mengalami kemunduran waktu.
Informasi selanjutnya adalah mengenai penebalan bansos senilai Rp400.000. Data untuk proses penyaluran ini sudah disiapkan.
Proses penebalan ini diharapkan dapat dimulai pada minggu ini, karena di beberapa wilayah, keterangan SP2D untuk penebalan bansos Rp400.000 ini sudah berubah menjadi SPM.
Penebalan bansos ini akan segera disalurkan bersamaan dengan penyaluran PKH maupun BPNT, bagi KPM yang masih aktif terdaftar.
Jadi, penting untuk selalu menanyakan status kepesertaan Anda kepada pendamping sosial atau operator SIKS-NG di kantor desa/kelurahan, karena ada kemungkinan KPM tidak lagi tercairkan bantuannya di tahap kedua ini.
Salah satu pertanyaan paling banyak dari KPM adalah mengenai pencairan PKH dan BPNT melalui PT Pos Indonesia. Ada kabar terbaru mengenai hal ini.
Berdasarkan informasi langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, status di SIKS-NG untuk pencairan via POS saat ini masih belum ada pergerakan signifikan.
Namun, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf telah menerangkan proses penyaluran PKH dan BPNT via Pos sedang dalam tahapan burokol (buka rekening kolektif), yang nantinya akan dialihkan ke Kartu KKS.
Pembuatan Kartu KKS ini melibatkan empat bank penyalur bansos: Bank BSI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI.
Tercatat ada 1.945.399 KPM PKH (19,4%) dan 2.723.515 KPM sembako (14,9%) yang masih dalam proses buka rekening ini.***