Penyaluran Bansos Naik Tajam, KPM BPNT Masuk Saldo Rp1 Juta, Kemensos Terus Perbaiki Data dengan Bank Himbara
Mutia Tresna Syabania• Kamis, 26 Juni 2025 | 12:25 WIB
Ilustrasi uang pencairan bansos
RADAR BOGOR - Penyaluran bansos per hari ini menunjukkan angka yang sangat signifikan. Meskipun ada kendala bansos seperti gagal salur karena permasalahan data yang tidak sinkron antara Dukcapil dengan data bank.
Kemensos terus berkoordinasi dengan pihak bank untuk mengatasi hal ini melalui perbaikan data yang terus berjalan.
Menurut rekap BNBA Data Bayar, proses penyaluran melalui PT Pos sudah masuk untuk sebagian KPM. Khususnya untuk bantuan PKH:
Penyaluran bansos tambahan sebesar Rp400.000 untuk bulan Juni dan Juli dilakukan bersamaan dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 18,3 juta KPM di seluruh Indonesia.
Jadi, total Rp1 juta itu adalah gabungan dari bantuan BPNT reguler dan penebalan bansos.
Kementerian Sosial menyampaikan bahwa dari 768.381 KPM yang gagal salur bantuan sosial karena kendala rekening, sebanyak 405.232 KPM kini sudah berhasil menerima bantuan. Ini menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Beberapa hal yang masih menyebabkan terjadinya gagal transfer dan memerlukan perbaikan antara lain: rekening pasif, rekening tidak ditemukan, rekening beda nama, rekening beda nama dan pasif, kartu tidak aktif, nomor kartu salah, dan kartu belum terbit.
Kemensos terus berupaya melakukan perbaikan data dengan Himpunan Bank Negara (Himbara), yaitu BRI, Mandiri, dan BSI. Bank Himbara telah melakukan konfirmasi nomor kartu yang aktif.
Selanjutnya, untuk percepatan pembukaan rekening baru, bank akan melakukan identifikasi KPM yang sudah mempunyai rekening.
Untuk rekening yang tidak ditemukan, bank akan mengkonfirmasi alasannya, dan untuk rekening yang namanya berbeda, akan dilakukan penggantian nama sesuai nama rekening.
Dalam upaya percepatan penyaluran bansos, setiap ada feedback dari bank Himbara, Kemensos akan langsung menindaklanjuti dengan penyaluran bansos atau perbaikan data.***