RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta program penebalan bantuan dalam bentuk bantuan tunai.
Diketahui bahwa pencairan bansos PKH, BPNT susulan untuk tahap 2 tahun 2025 mulai berlangsung secara bertahap sejak akhir Juni, dengan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan telah menerima bantuan tersebut melalui jalur bank penyalur.
Bansos penebalan PKH dan BPNT susulan, kepada KPM sudah cair melalui bank-bank Himbara, yakni Bank BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.
Pemerintah menegaskan, bahwa pencairan tersebut adalah kelanjutan dari distribusi bansos sebelumnya, yang belum diterima sebagian penerima manfaat.
Beberapa penerima yang tertunda, kini sudah mulai menerima haknya. Baik melalui saldo masuk ke rekening langsung, maupun pemberitahuan melalui aplikasi dan mesin ATM.
Adapun program penebalan bansos ini merupakan bentuk tambahan dari pemerintah yang bersifat temporer untuk mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat rentan, terutama akibat fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Diketahui pula, bahwa bantuan kali ini tidak seragam. Ada yang menerima BPNT reguler sebesar Rp200.000, ada pula yang menerima bansos penebalan dengan nominal Rp400.000. Tergantung pada status dan wilayah masing-masing penerima.
Juga ada bantuan lain berupa beras dari Bulog, yang didistribusikan terpisah.
Menurut penelusuran dari berbagai sumber, pencairan dilakukan tanpa pemberitahuan melalui SMS atau surat panggilan, melainkan langsung masuk ke rekening penerima.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk proaktif mengecek saldo masing-masing melalui ATM atau layanan mobile banking. Jika perlu konfirmasi ke bank, penting untuk membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Penting untuk dicatat bahwa proses pencairan bansos ini dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh daerah. Jadwalnya tergantung dari kesiapan bank penyalur dan validasi data penerima manfaat.
Ditegaskan bahwa penerima yang merasa belum mendapatkan bantuan, agar mengecek ulang data mereka di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau mendatangi dinas sosial setempat.
Dengan cairnya bantuan susulan dan bansos penebalan ini, banyak masyarakat yang merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan harian mereka, apalagi mendekati tahun ajaran baru sekolah dan harga bahan pokok yang masih tinggi di beberapa wilayah.
Pemerintah melalui Kemensos dan bank Himbara terus mendorong proses distribusi agar seluruh penerima manfaat dapat segera menikmati bantuan tersebut sesuai haknya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga