Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jejak Jono Bercerita Unik dari Lokasi KKN Inovatif IPB 2025

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 27 Juni 2025 | 21:14 WIB
Team KKN IPB di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Gerobogan.
Team KKN IPB di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Gerobogan.

RADAR BOGOR - Setelah KKN Inovatif IPB dilepas oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria pada 21 Juni 2025, hari ini Jumat 27 Juni 2025 bertepatan dengan tanggal 1 Muharram, team KKN di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Gerobogan mengirim kabar yang sangat menarik.

"Desa Jono sangat jauh dari pantai tapi ratusan tahun lalu sebagai tempat produksi garam di Indonesia," kata Ketua Team, M Agal.

Petani garam saat ini berjumlah sekitar 60, setiap petani mampu menghasilkan 100 kilogram sekali panen, dipanen tiap 15 hari.

"Namun, ada petani mengalami kendala, jika musim hujan dan matahari yang tidak muncul, garamnya tidak mengkristal, kalau hujan produksi garam menurun dan produksinya lebih lama dua kali lipat dibanding kalau tidak hujan," tambah Agal.

Ya, Desa Jono sejak dulu memang telah terkenal sebagai penghasil garam di Grobogan.

Uniknya, mereka tidak mengandalkan air dari laut untuk memproduksi garam.

Melainkan, air dari sumur yang panas.

Konon, tradisi bertani garam ini pun telah ada sejak lama dan diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Adakah kejadian ini terkait cerita Aji Saka di medang Kamulan?

Cerita Aji Saka ada ditulis juga di buku Belanda yang berjudul Het Boek Adji Saka, Uit De In Javaansch Proza Overgebragt Door yang di tulis C.F. Winter’S.

Namun, beredar juga cerita Folklor turun temurun di kalangan masyarakat, sumber garam di Desa Jono ada hubungannya dengan sosok ular naga yang bernama Joko Linglung.

Ular Raksasa ini konon kabarnya merupakan anak dari Raja Medang Kamulan Aji Saka.

Karena wujudnya ular, oleh Aji Saka diuji dan diperintahkan untuk menghabisi Prabu Dewata Cengkar yang berubah wujud jadi buaya putih dan bersembunyi di Laut Selatan.

Jika perintah itu berhasil dilaksanakan, Aji Saka akan mengakui Joko Linglung sebagai putranya, perjuangan berat Joko Linglung-pun berhasil mengalahkan Buaya putih jelmaan Dewata Cengkar melalui pertarungan seru di Laut Selatan.

Setelah tugasnya selesai, Joko Linglung bermaksud menemui Aji Saka yang jadi penguasa Kerajaan Medang Kamulan tersebut dan dari Laut Selatan Joko Linglung melakukan perjalanan dengan menerobos bumi.

Sepanjang perjalanan, beberapa kali Joko Linglung muncul ke permukaan tanah untuk menghirup udara dan sekaligus mencari tahu sudah sampai di mana perjalanannya.

Beberapa tempat munculnya Joko Linglung dalam perjalanan menuju Medang Kamulan antara lain, di Desa Jono, Desa Crewek dan terakhir di Bledug Kuwu yang akhirnya Joko Linglung bertemu Aji Saka dan diakui sebagai anaknya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #kkn #garam #Desa Jono