RADAR BOGOR - Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2025 membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk menjadi taruna-taruni di berbagai lembaga pendidikan transportasi di bawah naungan Kemenhub.
Seluruh peserta yang mendaftar Sekolah Kedinasan Kemenhub, wajib memenuhi persyaratan umum dan juga syarat khusus, sesuai dengan program studi atau jurusan yang dipilih.
Secara umum, peserta Sekolah Kedinasan Kemenhub harus berstatus Warga Negara Indonesia, berusia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2025, serta belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
Selain itu, peserta harus sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik dan mental, tidak buta warna, bebas dari narkoba dan HIV/AIDS.
Serta tidak bertato atau bertindik, kecuali karena alasan adat atau agama yang dibuktikan dengan surat resmi.
Tinggi badan menjadi salah satu syarat fisik yang cukup ketat dalam seleksi ini. Untuk jurusan reguler, minimal 160 cm untuk pria. Sementara syarat tinggi badan wanita, adalah 155 cm.
Namun, untuk beberapa jurusan teknis seperti Program Studi Pelayaran Kapal Penumpang (PKP), Nautika, Permesinan Kapal, Manajemen Bandar Udara, Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara, serta jurusan sejenis lainnya, syarat tinggi badan lebih tinggi.
Yaitu minimal 165 cm bagi pria dan 160 cm bagi wanita.
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan fisik pada pekerjaan bidang transportasi laut dan udara yang menuntut stamina serta postur tertentu.
Dari sisi akademik, peserta wajib memiliki nilai rata-rata rapor atau ijazah minimal 70 pada skala 100.
Bagi lulusan tahun 2024 dan sebelumnya, nilai rata-rata ijazah harus mencapai 70 atau setara dengan 7,0 (skala 1–10) atau 2,8 (skala 1–4).
Sementara bagi lulusan tahun 2025, nilai rapor semester XI genap dan XII ganjil digunakan sebagai dasar seleksi. Bagi peserta dari wilayah Orang Asli Papua (OAP), nilai rata-rata yang disyaratkan lebih rendah, yaitu minimal 65.
Untuk jurusan-jurusan tertentu yang memerlukan keahlian atau latar belakang pendidikan tertentu, seperti teknik atau navigasi, diutamakan lulusan SMA jurusan IPA atau SMK teknik.
Sebagai tambahan, peserta dari luar negeri wajib menyertakan surat penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek.
Semua peserta juga harus melengkapi dokumen administratif seperti KTP, Kartu Keluarga, kartu pelajar, pas foto terbaru, surat sehat dari rumah sakit atau puskesmas, serta surat bebas narkoba.
Para peserta juga harus memastikan nomor telepon dan juga email yang aktif, selama proses berlangsung. Seluruh dokumen wajib diunggah melalui portal resmi SSCASN BKN selama masa pendaftaran.
Dengan memahami persyaratan per jurusan secara rinci, peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan memilih program studi yang sesuai dengan kondisi fisik dan latar belakang akademik mereka.
Setiap tahapan seleksi bersifat sistem gugur, sehingga kelengkapan administrasi dan pemenuhan syarat awal menjadi kunci utama untuk bisa melangkah ke tahap seleksi selanjutnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga