Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 Resmi Dibuka, Ini Beberapa Kesalahan Pelamar saat Administrasi, Ribuan Peserta Gugur

Robecca Sesaria • Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:52 WIB

Ilustrasi kesalahan saat administrasi sekolah kedinasan. 
Ilustrasi kesalahan saat administrasi sekolah kedinasan. 
RADAR BOGOR - Pendaftaran Sekolah Kedinasan (Sekdin) 2025 resmi dibuka pada 29 Juni 2025 dan berlangsung hingga 18 Juli 2025.

Proses pendaftaran sekolah kedinasan menuntut ketelitian tinggi, khususnya pada aspek administrasi.

Mengabaikan detail sekecil apa pun dan berakibat fatal pada kelulusan. Ribuan calon pendaftar setiap tahun harus gigit jari karena detail-detail kecil yang terlewat atau salah diisi.

Jangan biarkan nasibmu sama! Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang harus kamu hindari agar tidak menyesal di kemudian hari sebagaimana dilansir dari Instagram @ristiamaliakrisna.

Pendaftaran Sekolah Kedinasan (Sekdin) 2025 resmi dibuka pada 29 Juni 2025 dan berlangsung hingga 18 Juli 2025.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bahas Sosialisasi Milaran vs Gratis di Unpak Bogor, Sebut di Era Digital Bisa Bercerita Tanpa Pakai Uang Negara

Proses pendaftaran sekolah kedinasan memang menuntut ketelitian tinggi, terutama dalam aspek administrasi.

Mengabaikan detail sekecil apa pun dan berakibat fatal pada kelulusan.

Ribuan calon pendaftar setiap tahun harus gigit jari lantaran detail-detail kecil yang terlewat atau salah diisi.

Jangan biarkan nasibmu sama! Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang harus kamu hindari agar tidak menyesal di kemudian hari.

Baca Juga: Penting untuk Pensiunan PNS, Bawa Dokumen Wajib Ini saat Mengambil Gaji Bulanan di Kantor Pos, Resmi dari PT Taspen

  1. Jangan Scan Dokumen Menggunakan HP

Jangan scan dokumen menggunakan HP karena bisa membuat gambar menjadi blur, gelap, dan hasilnya susah untuk dibaca.

Jika hal tersebut terjadi, verifikator akan langsung menolak dokumenmu.

Jadi, gunakan mesin scanner agar hasilnya jernih, aman, dan mudah dibaca verifikator.

  1. Format dan Ukuran File Salah = Diskualifikasi

Jika peserta asal upload dokumen, maka bisa berakibat fatal.

Kalau ukurannya kebesaran, formatnya salah, atau file-nya tidak bisa dibuka maka peserta bisa langsung gagal sehingga haus dipastikan semuanya sesuai dengan ketentuan.

Baca ketentuan dengan teliti, biasanya maksimal 200 KB atau 1.000 KB.

  1. Diminta Tulis Tangan, Tapi Malah Diketik

Baca Juga: Apakah Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 Bisa Diajukan Sanggah? Begini Penjelasan Resmi BKN Berdasarkan Surat yang Diterbitkan pada 20 Mei 2025

Banyak yang gugur hanya karena salah format surat dan berikut contohnya:

Hal yang harus dilakukan peserta adalah ikuti aturan yang sudah ditetapkan instansi agar tidak TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

  1. Jangan Menggunakan Satu Materai untuk Semua Dokumen

Jangan pernah menggunakan satu materai untuk semua dokumen, apalagi mengambil gambar materai dari internet.

Hal tersebut bisa berisiko besar! Perlu diketahui bahwa materai punya kode unik yang bisa dilacak.

Hal yang harus dilakukan peserta adalah gunakan materai asli dan berbeda untuk tiap dokumennya.

  1. Data Tidak Sama

Data tidak sama contohnya nama peserta beda di KTP dan KK. Begitupun dengan tempat lahir dan data pribadi lainnya.

Banyak peserta yang gugur karena data tidak sama atau tidak sinkron.

Hal yang harus dilakukan adalah segera perbaiki ke Dukcapil sebelum pendaftaran.

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan calon pelamar pada saat mendaftarkan diri di sekolah kedinasan

 Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang Sampai 30 September 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Ayo Bayar Pajaknya

  1. Jangan Scan Dokumen Menggunakan HP

Jangan scan dokumen menggunakan HP karena bisa membuat gambar menjadi blur, gelap, dan hasilnya susah untuk dibaca.

Jika hal tersebut terjadi, verifikator akan langsung menolak dokumenmu.

Jadi, gunakan mesin scanner agar hasilnya jernih, aman, dan mudah dibaca verifikator.

  1. Format dan Ukuran File Salah = Diskualifikasi

Jika peserta asal upload dokumen, maka bisa berakibat fatal.

Kalau ukurannya kebesaran, formatnya salah, atau file-nya tidak bisa dibuka, peserta bisa langsung gagal.

Baca Juga: Perjuangan Ibu di Bekasi yang Diperlakukan Buruk oleh Anak Semata Wayang hingga Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Cerai Kini Kerja di Tetangga

Jadi, pastikan semuanya sesuai dengan ketentuan.

Baca ketentuan dengan teliti, biasanya maksimal 200 KB atau 1.000 KB.

  1. Diminta Tulis Tangan, Tapi Malah Diketik

Banyak yang gugur hanya karena salah format surat, contohnya:

Hal yang harus dilakukan peserta adalah ikuti aturan yang sudah ditetapkan instansi agar tidak TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

  1. Jangan Menggunakan Satu Materai untuk Semua Dokumen

Jangan pernah menggunakan satu materai untuk semua dokumen, apalagi mengambil gambar materai dari internet.

Hal tersebut bisa berisiko besar! Perlu diketahui bahwa materai punya kode unik yang bisa dilacak. Hal yang harus dilakukan peserta adalah gunakan materai asli dan berbeda untuk tiap dokumennya.

  1. Data Tidak Sama

Data tidak sama contohnya nama peserta beda di KTP dan KK. Begitupun dengan tempat lahir dan data pribadi lainnya. Banyak peserta yang gugur karena data tidak sama atau tidak sinkron. Hal yang harus dilakukan adalah segera perbaiki ke Dukcapil sebelum pendaftaran.

Editor : Eka Rahmawati
#sekolah kedinasan #pendaftaran