Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Terkini: Pencairan Bansos PKH dan BPNT via PT Pos Indonesia, Status KPM hingga Solusi Bagi yang Belum Cair

Mutia Tresna Syabania • Senin, 30 Juni 2025 | 16:45 WIB

Ilustrasi uang pencairan bansos.
Ilustrasi uang pencairan bansos.
RADAR BOGOR - Untuk status pencairan bansos via PT Pos Indonesia di aplikasi SIKS-NG per hari ini, sebagian besar KPM (baik PKH murni maupun BPNT murni) menunjukkan status "Cek Rekening". 
 
Status KPM bansos PKH dan BPNT ini sudah bertahan selama hampir 5 hari dan belum ada perubahan signifikan, apakah sudah dicairkan melalui PT Pos Indonesia atau belum.
 
Selain itu, perlu dicatat sebagian kecil KPM (sekitar 10% di beberapa wilayah) penerima bansos PKH dan BPNT, muncul keterangan "Proses Burekol" di SIKS-NG. Apa itu "Burekol"? Burekol adalah pembukaan rekening secara kolektif. 
 
Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Bogor, Dedie Rachim Minta Denny Mulyadi Bereskan 4 Poin Ini
 
Artinya, pencairan bansos KPM dengan keterangan tersebut, tengah dalam proses pembukaan rekening secara kolektif. 
 
Pembukaan ini tentunya dibuat melalui bank penyalur, yaitu Mandiri, BRI, BNI dan juga BSI.
 
 
Bagi KPM yang statusnya "Proses Burekol", mohon ditunggu. Ke depannya, Anda akan mendapatkan panggilan dari pendamping sosial, petugas Bank Himbara, atau aparat desa/kelurahan setempat. 
 
Baca Juga: Warga Apresiasi Pemindahan Titik Jemput dan Pemberhentian Akhir TransJabodetabek Bogor-Blok M ke Botani Square
 
Anda akan diminta datang ke lokasi tertentu (misalnya balai desa atau langsung ke bank Himbara) untuk melakukan pembukaan rekening kolektif.
 
Di sana, KPM akan diberikan kartu KKS, serta buku rekening.
 
Setelah ini, bantuan sosial Anda tidak lagi cair melalui PT Pos Indonesia, melainkan akan langsung masuk melalui rekening bank tersebut.
 
Baca Juga: Mau Nonton Laga Perdana Piala Presiden 2025? Begini Cara Lengkap Pembelian Tiket Pertandingan di Stadion Utama GBK
 
Namun, ada juga sebagian KPM yang di aplikasi SIKS-NG muncul keterangan "Exclusion Error". 
 
Ini berarti KPM tersebut dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial lagi atau kepesertaannya dinonaktifkan. Jumlah ini juga ditemukan cukup banyak.
 
Oleh karena itu, bagi Bapak/Ibu yang sampai hari ini bansosnya belum cair juga, sangat disarankan untuk menanyakan langsung ke pendamping sosial masing-masing.
 
Baca Juga: Sekolah Rakyat Dimulai Juli, 65 Siswa Jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Bogor Siap Belajar 
 
Hal ini untuk memastikan apakah nama Anda termasuk dalam posisi exclusion error, agar tidak menunggu tanpa kepastian.
 
Solusi bagi KPM yang masuk kategori exclusion Error tetapi masih merasa layak menerima bansos:
 
- Datang ke desa atau kelurahan setempat untuk berkonsultasi.
 
Baca Juga: Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Pemkab Bogor Bakal Adakan Lomba Kejuaraan Nasional Sepeda di Jalan Malasari Nanggung
 
- Pihak desa/kelurahan akan melakukan survei ulang terkait kondisi sosial ekonomi Anda.
 
- Data Anda kemudian akan dibawa dalam musyawarah desa atau kelurahan untuk memastikan apakah data Anda layak diajukan ulang atau tidak.
 
Jika KPM yang masuk exclusion error memang sudah mampu, tidak memiliki komponen lagi, atau tidak memenuhi kriteria, maka tidak perlu diajukan ulang.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ajak Jaga Anak Yatim dan Orang Miskin saat Hadir di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur Bogor
 
Sebagai kesimpulan, terkait penyaluran bansos PKH maupun BPNT yang biasa cair melalui PT Pos Indonesia, sampai hari ini di seluruh wilayah belum ada yang melakukan penyaluran. 
 
Jadi, apabila di luar sana ada keramaian di kantor pos, kemungkinan itu adalah bansos lain, seperti bansos PIP atau bantuan sosial penebalan berupa beras. 
 
Bahkan, untuk penebalan BPNT yang cair melalui PT Pos Indonesia maupun Kartu KKS juga sampai saat ini belum ada yang cair secara merata.
 
Intinya, semua data bansos harus diperbarui sesuai kondisi saat ini, baru kemudian diajukan kembali sebagai peserta baru di DTSN.
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #kpm #bansos #pos indonesia #pkh