RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial tambahan berupa bansos penebalan senilai Rp400.000 kepada masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Penyaluran bansos PKH dan BPNT kali ini menjadi kabar gembira, karena cair dalam bentuk dobel di beberapa wilayah dan melalui bank tertentu yang telah ditunjuk pemerintah.
Tambahan dana bansos PKH dan BPNT tersebut diberikan sebagai bentuk penguatan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan oleh banyak kalangan, terutama keluarga miskin dan rentan.
Program penebalan bansos ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan serta menjaga kestabilan sosial-ekonomi nasional.
Disebutkan bahwa beberapa wilayah telah lebih dulu menerima pencairan bansos penebalan ini. Wilayah prioritas tersebut umumnya adalah daerah yang telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data dengan cepat serta memiliki akses layanan bank mitra yang memadai.
Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu menerima pencairan bansos penebalan sebesar Rp400.000.
Bantuan ini masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dikelola oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aceh melaporkan bahwa dana bantuan tersebut sudah dapat dicairkan sejak akhir Juni 2025.
Di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, pencairan bansos tambahan juga telah berlangsung. Penerima manfaat yang memiliki rekening di Bank BNI menyampaikan bahwa saldo sebesar Rp400.000 telah masuk dan bisa langsung dicairkan melalui ATM atau e-warong.
Wilayah ini termasuk dalam daftar daerah yang cepat menerima bantuan karena sistem data sosial dan proses verifikasi yang sudah lebih siap dibanding wilayah lain.
Sementara itu, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pencairan bansos tambahan dilakukan bersamaan dengan pencairan bantuan reguler BPNT.
Para penerima manfaat menerima total bantuan hingga Rp1 juta, terdiri dari Rp600.000 BPNT dan Rp400.000 penebalan. Dana ini dapat dicairkan melalui KKS yang dikelola oleh bank Himbara.
Selain itu, sebanyak 27 wilayah juga mulai menerima pencairan bansos penebalan melalui KKS Bank Mandiri pada tanggal 30 Juni 2025. Pemerintah menyalurkan bantuan secara bertahap berdasarkan kesiapan data dan infrastruktur wilayah.
Masyarakat yang memiliki KKS dari Bank Mandiri disarankan segera memeriksa saldo mereka, baik melalui ATM maupun aplikasi perbankan, untuk memastikan apakah bantuan sudah masuk ke rekening masing-masing.
Wilayah lain, misal Semarang, Sleman, Tasikmalaya, Subang hingga Garut pun mulai menerima bansos tambahan.
Penerima manfaat di wilayah-wilayah ini menyampaikan bahwa dana tambahan Rp400.000 sudah bisa diakses menjelang akhir Juni 2025.
Pemerintah terus memperluas jangkauan pencairan agar bantuan segera sampai ke seluruh KPM yang memenuhi syarat.
Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang tahun ajaran baru.
Bagi penerima yang terdaftar di wilayah-wilayah tersebut, bantuan bisa langsung diambil melalui ATM bank yang ditunjuk atau melalui e-warong dan agen bank resmi yang telah bekerja sama dalam program bansos.
Penerima bansos diimbau untuk segera melakukan pengecekan status pencairan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek saldo bantuan mereka melalui mesin ATM atau dengan mendatangi langsung e-warong terdekat.
Pastikan data yang tertera di kartu sesuai dengan data di sistem untuk menghindari kendala saat pencairan.
Banyak kasus bansos tertunda karena data tidak valid atau perubahan status yang belum diperbarui di sistem Kemensos.
Oleh karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan disarankan segera menghubungi pendamping PKH atau pihak kelurahan/desa untuk melakukan pengecekan dan pembaruan data.
Bagi wilayah yang belum cair, masyarakat diharapkan bersabar karena pencairan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal dan kesiapan wilayah masing-masing.
Penyaluran bansos tambahan Rp400.000 ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang tahun ajaran baru dan meningkatnya kebutuhan pokok.
Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga perlindungan sosial melalui program bansos yang menyasar langsung kelompok paling terdampak.