RADAR BOGOR – Bulan Muharram merupakan termasuk bulan istimewa dalam Islam karena merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah.
Sebagai bulan suci, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dalam bulan Muharram, termasuk menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura.
Keistimewaan bulan Muharam ini menjadi alasan utama anjuran untuk berpuasa, sebagaimana telah dijelaskan dalam berbagai riwayat.
Baca Juga: Capai Rp20 Juta per Bulan, Ini Dia Jabatan PPPK yang Miliki Gaji hingga Tunjangan Tinggi 2024
Berdasarkan kalender Hijriah pemerintah Indonesia tahun 1447 H, puasa Tasua jatuh pada Sabtu, 5 Juli 2025.
Sementara itu, puasa Asyura dilaksanakan sehari setelahnya, yaitu Ahad, 6 Juli 2025.
Adapun lafal niat puasa Tasua adalah:
Baca Juga: Banyak KPM Tak Dapat Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli–September 2025, Ini Penyebab Lengkapnya
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَاسوعاء لله تعالى
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah SWT.
Sedangkan niat puasa Asyura sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العاشوراء لله تعالى
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.
Berikut ini beberapa keutamaan puasa Tasua dan Asyura yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan:
1. Puasa paling utama setelah Ramadan
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Wow! BSU 2025 Hari Ini Sudah Cair, Ini Penjelasan Lengkap dan Alasan Belum Masuk ke Rekening
"Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sedangkan salat paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim no. 1163)
2. Pahala puasa sehari di Muharram setara dengan 30 hari
Tertulis dalam hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
"Berpuasa sehari pada bulan Muharram, maka pahalanya seperti puasa selama 30 hari."
3. Menghapus dosa setahun yang lalu
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu."
Baca Juga: Penerima Bansos PKH dan BPNT Wajib Tahu! Penyaluran Tahap 3 Juli 2025 Alami Perubahan Besar
4. Pembeda dari puasa kaum Yahudi
Rasulullah menganjurkan agar umat Islam juga berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura.
Hal ini untuk membedakan diri dari kebiasaan kaum Yahudi yang juga berpuasa di hari tersebut.
Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas dalam hadits Imam Ahmad:
"Puasalah pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi. Puasalah sehari sebelum atau sesudahnya."
Umat Islam di seluruh Indonesia, jangan lewatkan momen bulan Muharram ini untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
Editor : Eli Kustiyawati