RADAR BOGOR - Jumlah jemaah haji asal Indonesia yang wafat pada musim haji 2025 tercatat mencapai 418 orang hingga akhir Juni. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi perhatian serius pemerintah serta masyarakat.
Sebagian besar kasus kematian terjadi karena penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta kelelahan parah akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Banyak jemaah juga memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan paru, yang memperbesar resiko saat menjalani ibadah dengan aktivitas fisik berat.
Melihat kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah sebelum keberangkatan.
Seleksi kesehatan ini wajib memastikan calon jemaah benar-benar sehat secara fisik dan mental, agar sanggup menjalani seluruh rangkaian ibadah. Pemeriksaan meliputi tes jantung, paru-paru, kadar gula darah, fungsi kognitif, hingga kemampuan beraktivitas sehari-hari.
Selain seleksi medis, Kemenkes juga memperkuat edukasi kepada jemaah agar tetap disiplin menjaga kesehatan. Para jemaah diimbau banyak minum air untuk mencegah dehidrasi, menggunakan masker saat berada di kerumunan, serta mematuhi jadwal minum obat bagi yang memiliki penyakit kronis.
Untuk mendukung keselamatan jemaah, pemerintah juga sudah menyiapkan fasilitas kesehatan di Arab Saudi, termasuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dengan tenaga medis tambahan dan perlengkapan darurat.
Kasus kematian yang tinggi ini menjadi pengingat penting bagi semua calon jamaah untuk lebih serius mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum berangkat. Dengan seleksi ketat dan pendampingan yang optimal, diharapkan jumlah jemaah wafat bisa ditekan pada musim haji mendatang.***
Editor : Eka Rahmawati