RADAR BOGOR – Musibah kembali terjadi di perairan Selat Bali. Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam pada Rabu malam (2 Juli 2025) hingga Kamis dini hari (3 Juli 2025).
Insiden KMP Tunu Pratama Jaya ini menggemparkan masyarakat karena kapal membawa puluhan penumpang dan kendaraan.
Kronologi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam
Baca Juga: Kronologi Kapal Tenggelam di Selat Bali: Ombak Besar dan Penumpang Rasakan Goyangan Hebat
KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada pukul 00.16 WITA menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Sekitar pukul 00.19 WITA, kapal mengirimkan sinyal darurat akibat kebocoran di ruang mesin yang memicu kehilangan tenaga (blackout).
Tak lama setelah panggilan darurat, kapal oleng dan akhirnya tenggelam pada pukul 00.22 WITA. Lokasi tenggelam berada di koordinat –8°09.371', 114°25.1569', yang termasuk jalur padat penyeberangan Jawa–Bali.
Jumlah Penumpang dan Muatan
Kapal ini membawa 65 orang, terdiri atas 53 penumpang dan 12 kru. Selain itu, kapal juga mengangkut 22 kendaraan, termasuk truk tronton, mobil pribadi, dan sepeda motor.
Faktor Penyebab
Berdasarkan informasi awal, penyebab utama tenggelamnya kapal adalah kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal kehilangan kendali di tengah ombak tinggi.
Saat kejadian, kondisi cuaca di Selat Bali dilaporkan cukup ekstrem, dengan gelombang mencapai 2,5 meter dan angin kencang, yang memperburuk situasi.
Upaya Penyelamatan
Tim SAR gabungan dari Basarnas Banyuwangi, Basarnas Denpasar, KPLP, TNI AL, serta Polairud segera dikerahkan setelah menerima laporan. Proses pencarian dilakukan sepanjang malam, meskipun terkendala cuaca buruk dan arus laut yang kuat.
Hingga pagi hari ini, empat orang (tiga penumpang dan satu kru) berhasil ditemukan selamat di sekitar Pantai Cekik, Gilimanuk. Mereka langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan di posko darurat.
Tindakan Lanjutan
Pihak berwenang masih memeriksa kelayakan kapal dan kronologi secara detail untuk mengidentifikasi apakah terdapat faktor kelalaian, kelebihan muatan, atau masalah teknis lainnya.
Keluarga korban diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh Basarnas maupun ASDP.
Peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi peringatan penting mengenai keselamatan pelayaran, khususnya di jalur penyeberangan padat seperti Selat Bali.***
Editor : Eli Kustiyawati