Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Gen Z Dipecat, Ternyata Ini Berbagai Penyebabnya, Padahal Lowongan Kerja Masih Banyak Tersedia

Tegar Widya Utomo • Jumat, 4 Juli 2025 | 07:39 WIB
Penjelasan penyebab Gen Z banyak yang dipecat karena kurangnya motivasi oleh Vina Muliana.
Penjelasan penyebab Gen Z banyak yang dipecat karena kurangnya motivasi oleh Vina Muliana.

RADAR BOGOR - Gen Z kembali menjadi bahan perbincangan setelah muncul laporan bahwa sebagian besar dari mereka mengalami pemutusan hubungan kerja alias dipecat karena dianggap kurang memiliki semangat dan inisiatif dalam bekerja.

Fenomena Gen Z tersebut ramai dibahas di media sosial, terutama setelah pernyataan yang disampaikan oleh Vina Muliana seorang praktisi di bidang sumber daya manusia.

Dikutip Radar Bogor dari TikTok @vmuliana pada 3 Juli 2025, Vina Muliana menyampaikan bahwa sejumlah survei mengungkapkan banyak perusahaan memutuskan untuk memberhentikan pegawai dari kalangan Gen Z meskipun mereka baru saja direkrut dalam kurun waktu yang belum lama.

Alasan utama yang dikemukakan adalah lemahnya motivasi serta kurangnya inisiatif dari para pekerja muda ini dalam menjalankan tugasnya.

Tidak hanya itu, Vina Muliana juga menyoroti sejumlah persoalan lain yang menyebabkan kesulitan adaptasi Gen Z di lingkungan kerja.

Beberapa di antaranya mencakup manajemen waktu yang buruk, kebiasaan datang terlambat, ketidaksesuaian dalam etika berpakaian, dan keterampilan komunikasi yang belum memadai.

Meski demikian, Vina Muliana menegaskan bahwa kesalahan ini tidak sepenuhnya bisa disematkan kepada Gen Z secara menyeluruh.

Ia mengingatkan bahwa setiap generasi yang baru memasuki dunia kerja pasti akan menghadapi tantangan adaptasi tertentu.

Vina Muliana bahkan membandingkan situasi ini dengan kondisi yang pernah dialami oleh generasi milenial ketika pertama kali masuk dunia kerja.

Hanya saja, karena keterbatasan media sosial pada waktu itu, isu serupa tidak menjadi sorotan sebesar sekarang.

Menurut Vina Muliana, solusi untuk permasalahan ini terletak pada upaya dua arah.

Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan memberikan pelatihan yang lebih menyeluruh dan menciptakan suasana kerja yang lebih adaptif.

Sementara itu, Gen Z sendiri dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan, keterampilan kerja, serta mampu menyesuaikan harapan pribadi dengan kenyataan yang ada di dunia profesional.

Ia juga menyarankan agar anak muda dari generasi ini lebih aktif menggali informasi mengenai lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, sehingga mereka dapat menemukan pekerjaan yang benar-benar cocok dengan gaya kerja masing-masing.

Walau banyak dari mereka yang diberhentikan, prospek kerja bagi Gen Z masih cukup luas.

Bahkan, sejumlah industri seperti sektor teknologi, kreatif, dan perusahaan rintisan (startup) kini justru cenderung mencari tenaga kerja dari kalangan Gen Z karena dianggap unggul dalam hal digitalisasi serta kemampuan berinovasi.

Untuk itu, Vina Muliana menekankan pentingnya membangun soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, dan kedisiplinan.

Portofolio kerja yang solid serta sikap profesional juga menjadi faktor penting untuk bisa bertahan dan berkembang dalam dunia kerja.

Fenomena ini mencerminkan bahwa dinamika dunia kerja terus berubah dan setiap generasi menghadapi tantangan unik.

Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Gen Z tetap berpotensi besar untuk berkontribusi dan menjadi kekuatan penting di lingkungan profesional masa kini. ****

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#vina muliana #bogor #kerja #dipecat #Gen Z