RADAR BOGOR - Cuaca hujan yang terus menerus melanda berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat dalam beberapa minggu terakhir menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Sebab, menurut kalender musim, Indonesia seharusnya sudah berada dalam periode kemarau.
Namun kenyataannya, hujan dengan intensitas sedang sampai lebat masih sering terjadi di berbagai kota seperti Bandung, Bogor, Bekasi, dan Cianjur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menjelaskan, keadaan cuaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dinamika atmosfer yang masih aktif di bagian barat Indonesia.
Salah satunya adalah aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang menyebabkan terbentuknya awan hujan.
Di samping itu, fenomena gelombang Rossby dan Kelvin juga berkontribusi dalam memperkuat pembentukan awan konvektif di kawasan Jawa.
"Walaupun secara umum sudah memasuki musim kemarau, ternyata tidak semua daerah mengalami transisi sepenuhnya. Khusus untuk Jawa Barat, curah hujan masih tinggi akibat pengaruh dinamika atmosfer baik regional maupun global," kata Guswanto dalam pernyataan resmi BMKG, Rabu 2 Juli 2025.
BMKG juga menambahkan bahwa anomali suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa yang masih dalam keadaan hangat turut meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer.
Kondisi ini menyebabkan hujan masih sering turun, terutama pada sore dan malam hari.
Dampak dari situasi ini dirasakan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian, transportasi, dan kegiatan di luar ruangan.
Sejumlah petani mengeluhkan kesulitan saat panen karena sawah mereka terendam air.
Beberapa rute transportasi mengalami gangguan akibat genangan air dan longsor kecil di daerah perbukitan.
Lalu, sampai kapan kondisi hujan ini akan berlangsung?
BMKG memperkirakan bahwa pola hujan di Jawa Barat akan mulai berkurang secara signifikan pada pertengahan Juli 2025.
Namun demikian, hujan lokal masih mungkin terjadi sampai akhir bulan, khususnya di area dataran tinggi dan pegunungan.
Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dalam waktu dekat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim