RADAR BOGOR – Pada tanggal 3 Juli 2025, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai menerima informasi menggembirakan mengenai pencairan dana bantuan sosial (bansos).
Beberapa KPM melaporkan bahwa dana dari program bansos seperti PKH dan BPNT mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik mereka yang diterbitkan oleh bank Himbara, yakni Mandiri, BNI, dan BRI.
Bantuan yang mulai dicairkan mencakup beberapa jenis, antara lain bantuan reguler, pencairan bansos susulan untuk KPM yang sebelumnya belum menerima, serta tambahan dana atau yang dikenal sebagai “penebalan BPNT” senilai Rp400.000, yang merupakan akumulasi untuk dua bulan sekaligus.
Namun, pencairan belum merata. Masih banyak KPM yang menantikan dana masuk ke rekening.
Hal ini disebabkan oleh proses transisi penyaluran bantuan dari PT Pos Indonesia ke sistem perbankan elektronik melalui KKS, sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017.
Dalam konferensi pers yang digelar 1 Juli 2025, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkap bahwa lebih dari 3 juta KPM masih belum menerima bantuannya karena sedang dalam proses migrasi sistem.
Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah terealisasi hingga 84,71%.
Jumlah tersebut menjangkau lebih dari 15 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan total anggaran mencapai Rp9,2 triliun.
Untuk dana tambahan senilai Rp400.000 per KPM, pemerintah telah mengalokasikan Rp6,19 triliun.
Penyalurannya tampak lebih dominan melalui rekening KKS Bank Mandiri.
Peralihan sistem ini, yang dikenal sebagai proses burekol (buka rekening kolektif), tak hanya berlaku untuk KPM eks PT Pos, tetapi juga menjangkau ratusan ribu penerima baru yang datanya diambil dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pengganti DTKS.
Berikut ini adalah rincian penerima bantuan yang sedang dalam proses transisi burekol:
1. 1.315.886 KPM PKH yang dialihkan dari PT Pos ke Himbara
2. 629.513 KPM PKH baru (hasil pembaruan data)
3. 1.953.139 KPM BPNT mengalami transisi dari PT Pos ke bank Himbara
4. 770.376 KPM BPNT baru
Totalnya mencapai lebih dari 3,6 juta KPM dalam tahap peralihan ini.
Pada awal Juli tercatat sebanyak 610.333 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah berhasil menyelesaikan proses pembukaan rekening (burekol) dan siap menerima penyaluran bantuannya.
Walaupun proses migrasi besar-besaran tengah berlangsung, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa PT Pos Indonesia masih akan tetap berperan dalam menyalurkan bantuan kepada kelompok penerima dengan kriteria khusus, antara lain:
- Penyandang disabilitas berat
- Lansia nonproduktif
- Pasien penyakit kronis
- Komunitas adat terpencil
- Masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum terjangkau layanan bank
Menteri Sosial turut menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi bantuan.
Namun, peralihan ini dinilai penting demi efisiensi dan transparansi, sebab penyaluran lewat Himbara tidak menimbulkan biaya tambahan bagi negara.
KPM diminta untuk terus memantau status rekening KKS mereka secara berkala dan bersabar menanti pencairan dalam waktu dekat.***