Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Benarkah Ada Salat Sunnah Asyura pada 10 Muharam? Begini Kata Buya Yahya

Khairunnisa RB • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:11 WIB
Ilustrasi shalat sunnah di bulan Muharam
Ilustrasi shalat sunnah di bulan Muharam

RADAR BOGOR – Setiap kali memasuki bulan Muharam, umat Islam menyambutnya dengan semangat beribadah dan berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh.

Bulan Muharam bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, ia termasuk ke dalam deretan empat bulan haram dalam Islam, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah dan memiliki keistimewaan tersendiri.

Karena kedudukannya yang sangat mulia, Muharam bahkan mendapat julukan Syahrullah, yang berarti "Bulan Allah." Julukan ini menunjukkan betapa istimewanya Muharam dalam pandangan syariat.

Di antara hari-hari yang penuh berkah dalam bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki nilai spiritual luar biasa, yakni tanggal 10 Muharam yang lebih dikenal dengan sebutan hari Asyura.

Hari ini menempati tempat yang istimewa dalam sejarah Islam dan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah serta melakukan introspeksi diri.

Banyak umat Islam meyakini bahwa di hari itu terdapat berbagai amalan utama yang bisa dikerjakan untuk meraih pahala besar.

Salah satu amalan yang paling populer dan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam adalah puasa Asyura, yang dikenal sebagai salah satu puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadan.

Namun, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah ada salat sunah khusus yang disebut salat Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 Muharam?

Menjawab pertanyaan tersebut, ulama karismatik Buya Yahya memberikan penjelasan yang tegas dan rinci.

Melalui sebuah video yang tayang di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan bahwa tidak ada salat sunnah khusus yang disebut dengan salat Asyura dalam ajaran Islam.

“Gak ada salat Asyura,” ujar beliau dengan lugas.

Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak ditemukan dalil yang sahih atau kuat dalam syariat Islam yang menunjukkan adanya perintah atau anjuran dari Rasulullah SAW untuk melaksanakan salat sunah khusus pada hari Asyura.

Tak hanya soal salat, Buya Yahya juga menyoroti anggapan sebagian orang mengenai istigfar Asyura.

Menurut beliau, tidak ada bacaan istigfar khusus yang dikenal sebagai istigfar Asyura.

“Istigfar Asyura juga tidak ada, tapi beristigfar di Asyura boleh,” jelas Buya Yahya.

Artinya, beristigfar (memohon ampun kepada Allah) di hari Asyura tentu merupakan amalan yang baik dan diperbolehkan sebagaimana di hari-hari lainnya.

Namun, jika istigfar tersebut diberi nama khusus atau diyakini memiliki keutamaan tertentu hanya karena dilakukan pada tanggal 10 Muharam tanpa adanya dalil yang sahih, maka hal tersebut tidak dianjurkan dalam syariat.

Buya Yahya menegaskan bahwa melaksanakan salat sunah di hari Asyura tetap dibolehkan, sama seperti di hari-hari lainnya.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah jangan membuat salat khusus yang dinamakan salat Asyura.

“Salat sunah di hari Asyura boleh; gak perlu Anda membuat istigfar Asyura, gak perlu Anda membuat salat Asyura,” tegas pemimpin Pondok Pesantren Al-Bahjah.

Yang dimaksud dengan salat sunah di sini adalah salat sunah umum seperti salat duha, salat sunah mutlak, salat tahajud, salat rawatib, dan bentuk ibadah sunah lainnya yang memang dianjurkan secara umum dalam Islam, bukan karena bertepatan dengan tanggal 10 Muharam.

Buya Yahya juga memberikan nasihat penting terkait penamaan amalan yang dilakukan pada hari Asyura.

Misalnya, jika seseorang ingin bersedekah pada tanggal 10 Muharam, maka itu adalah amalan baik. Akan tetapi, jangan dinamakan sedekah Asyura.

Hal tersebut karena tidak ada dalil atau riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang menisbatkan sedekah secara khusus pada hari tersebut.

Sahabat Ustaz Abdul Somad ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memberi nama khusus pada amalan ibadah yang tidak memiliki dasar syar‘i, apalagi sampai mengaitkan langsung dengan Rasulullah SAW tanpa dalil yang sahih.

Menambahkan istilah baru pada ibadah bisa berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam praktik agama, bahkan bisa masuk ke dalam perkara bid‘ah jika tidak hati-hati.***

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eli Kustiyawati
#Muharam #hijriah #bulan haram dalam Islam #asyura