Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mulai 7 Juli! Menteri Kesehatan Luncurkan Cek Kesehatan Gratis, Mulai dari Sekolah Rakyat hingga Pesantren

Tegar Widya Utomo • Sabtu, 5 Juli 2025 | 10:13 WIB
Menteri Kesehatan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis untuk anak sekolah hingga pesantren
Menteri Kesehatan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis untuk anak sekolah hingga pesantren

RADAR BOGOR – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program Menteri Kesehatan ini diperluas cakupannya dengan menyasar sekolah-sekolah rakyat dan satuan pendidikan formal di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Dikutip Radar Bogor dari setneg.go.id pada 5 Juli 2025, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG akan dimulai pada 7 Juli 2025 di sekolah-sekolah rakyat.

Selanjutnya, mulai 1 Agustus 2025, program ini akan dilaksanakan secara serempak di seluruh sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen dan Kemenag.

Pernyataan ini disampaikan usai rapat tingkat menteri yang khusus membahas kesiapan pelaksanaan program tersebut pada Kamis, 3 Juli 2025.

Menurut Menkes Budi, CKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif pemeriksaan kesehatan terbesar yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia, dengan target jangka panjang mencakup seluruh populasi nasional.

“Target program ini luar biasa besar, yaitu mencakup 280 juta penduduk setiap tahun. Tahun ini saja, kami menargetkan sebanyak 53 juta pelajar yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujar Budi.

Ia menambahkan bahwa sejak program ini mulai digulirkan pada 10 Februari 2025 melalui jaringan puskesmas, sebanyak 11 juta orang telah diperiksa. Namun, untuk mengejar target 53 juta pelajar, pemeriksaan langsung ke sekolah menjadi langkah strategis.

Pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah dipandang sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat dan tangguh, baik secara fisik maupun mental.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung keberhasilan program ini.

Ia menyebut keterlibatan Kemendikdasmen, Kemenag, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai kunci utama suksesnya program.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyambut baik program CKG dan menyatakan dukungan penuhnya.

Ia menilai bahwa pemeriksaan kesehatan pelajar merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara menyeluruh.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa data hasil pemeriksaan akan digunakan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan sekolah sehat.

Dari sisi sosial, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan bahwa program CKG akan dimulai lebih awal di sekolah rakyat, terutama yang berbasis asrama dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.

Pemeriksaan ini dilakukan sebelum para siswa resmi tinggal di asrama guna memastikan kondisi kesehatan mereka layak.

Agus juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pendirian 200 sekolah rakyat yang dapat menampung sekitar 20 ribu siswa.

Arahan Presiden pun jelas: jika ada siswa yang ditemukan sakit dalam pemeriksaan, mereka harus segera mendapatkan pengobatan agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan kondisi sehat.

Sementara itu, dari sisi pendidikan keagamaan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa CKG juga akan menjangkau lembaga-lembaga pendidikan agama.

Sasaran program ini mencakup siswa dari berbagai latar belakang agama di lembaga pendidikan seperti madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, serta pondok pesantren.

Tak hanya terbatas pada Islam, program ini juga akan menyasar lembaga pendidikan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dengan total sasaran lebih dari 11 juta siswa.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk turut menegaskan dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan CKG.

Ia menekankan pentingnya penggunaan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai data pendukung untuk memastikan anak-anak usia di bawah 17 tahun dapat menjadi sasaran program dengan tepat.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung penyebaran informasi serta koordinasi teknis dalam pelaksanaan CKG, terlebih karena program ini terintegrasi dengan inisiatif lain seperti Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan pelaksanaan CKG secara nasional dan dukungan dari berbagai kementerian, pemerintah berharap dapat membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas, namun juga sehat secara menyeluruh.

Hal ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.***

Editor : Eli Kustiyawati
#cek kesehatan gratis #kesehatan #Sekolah Rakyat #budi gunadi sadikin #menteri kesehatan