Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Setelah Puasa Tasua dan Asyura, Masih Ada 11 Muharram, Berikut Hukum, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Khairunnisa RB • Minggu, 6 Juli 2025 | 06:10 WIB

Ilustrasi doa awal tahun dan akhir tahun.
Ilustrasi doa awal tahun dan akhir tahun.


RADAR BOGOR - Muharram dikenal sebagai bulan pertama dalam sistem penanggalan kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam serta termasuk dalam deretan asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk ketakwaan dan penghormatan terhadap waktu-waktu yang penuh keberkahan ini.

Salah satu amalan yang memiliki nilai ibadah tinggi dan sangat dianjurkan dilaksanakan pada bulan Muharram yakni melaksanakan puasa sunah.

Dalam tradisi Islam, bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah sehingga memperbanyak ibadah di dalamnya sangat dianjurkan.

Artinya, puasa ini dapat dilakukan kapan saja tanpa ketentuan waktu tertentu, dan tetap bernilai ibadah selama diniatkan karena Allah.

"Tanggal 11 nya gimana? Karena itu termasuk jenis puasa mutlak, maka anda puasa saja," ujar Buya Yahya.

Dalam hal niat, cukup melafalkan dengan sederhana, misalnya 'Saya niat puasa tanggal 11 Muharram,' atau “Saya niat puasa besok.'

Dengan niat seperti itu, puasa tetap sah dan berpahala.

Puasa di tanggal 11 Muharram memiliki keutamaan tersendiri yakni sebagai pelengkap puasa tiga hari dalam bulan Muharram dan sebagai wujud kesungguhan dalam meneladani sunah Rasulullah SAW, sekaligus membedakan diri dari praktik ibadah agama lain.

Maka, bulan Muharram seyogianya dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang dianjurkan, termasuk puasa sunah.***


Editor : Eka Rahmawati
#11 Muharram #puasa tasua #asyura