RADAR BOGOR - Siapa sangka, buah mengkudu yang sering dihindari karena baunya ternyata menyimpan manfaat luar biasa untuk kesehatan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki potensi besar untuk membantu mengatasi toksokariasis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit Toxocara.
Bukti Ilmiah di Balik Khasiat Mengkudu
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan bahwa ekstrak mengkudu mampu menurunkan jumlah larva Toxocara cati secara signifikan pada tikus putih yang digunakan sebagai hewan uji.
Pada penelitian ini, tikus yang diberikan ekstrak mengkudu menunjukkan penurunan jumlah larva di hati, paru-paru, dan jantung dibandingkan kelompok kontrol.
Ternyata mengkudu memiliki sifat anti-parasit yang layak dikembangkan lebih lanjut.
Penelitian Global
Selain itu, Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology (2020) menunjukkan bahwa ekstrak mengkudu memiliki aktivitas imunomodulator, antioksidan, dan antimikroba yang kuat.
Bahkan, beberapa senyawa bioaktif di dalam mengkudu seperti damnacanthal dan scopoletin terbukti dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.
Potensi Besar, Namun Tetap Perlu Kajian Lanjutan
Meski hasil riset menjanjikan, penggunaan mengkudu sebagai obat toksokariasis pada manusia harus memerlukan uji klinis lebih lanjut.
Temuan membuka pintu pengembangan fitofarmaka lokal berbasis tanaman Indonesia yang berlimpah.
Dari Bau Menyengat Jadi Harapan Baru
Selama ini mengkudu dikenal lebih sebagai jamu atau minuman kesehatan tradisional.
Baca Juga: Celukan di Alun-Alun Kota Bogor Akan Diperpanjang, Ditargetkan Bisa Tampung 10 Angkot
Kini, lewat riset mendalam, mengkudu mulai diakui sebagai kandidat kuat dalam membantu melawan infeksi parasit.
Meski berbau tak sedap ternyata mengkudu mempunyai khasiat yang perlu dikembangkan.
Hal itu menunjukkan bahwa kita perlu memahami lebih jauh untuk mengetahui manfaat tumbuhan.***