Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Retret Kepala Sekolah Rampung, Mensos Gus Ipul Pastikan 100 Sekolah Rayat Rintisan Siap Dibuka pada 14 Juli 2025

Yosep Awaludin • Minggu, 6 Juli 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di Sekolah Rakyat
Ilustrasi guru dan siswa di Sekolah Rakyat

RADAR BOGOR—Retret kepala Sekolah Rakyat (SR) Jilid II resmi ditutup oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Dia memastikan bahwa 100 sekolah rakyat rintisan akan siap untuk beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II akan berlangsung dari 1 Juli hingga 5 Juli 2025. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 47 kepala SR. Kegiatan sebelumnya telah dihadiri oleh 53 kepala SR.

Sebelum menerima pembekalan, para kepala sekolah rakyat ini telah melalui proses seleksi yang sangat ketat, mulai dari wawancara hingga administrasi.

Dalam sambutannya, Mensos mengingatkan bahwa menjadi kepala sekolah rakyat adalah tugas memanusiakan manusia, bukan hanya mengajar.

"Ini bukan hanya pekerjaan; ini adalah tanggung jawab untuk menumbuhkan kekuatan untuk menghentikan kemiskinan menyebar antar generasi," katanya.

Dia menyatakan bahwa para Kepala Sekolah Rakyat memikul tanggung jawab yang besar untuk mengakhiri kemiskinan antar generasi, membangun jati diri bangsa, dan menjaga harapan anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

Setelah keterlambatan ini diselesaikan, menteri yang dikenal sebagai Gus Ipul semakin optimistis tentang peluncuran 100 Sekolah Rakyat rintisan pada 14 Juli 2025.

Dari jumlah tersebut akan menampung 9.700 siswa, dan 1.469 guru telah dipilih untuk mengajar di 100 Sekolah Rakyat tersebut.

Samuel, Kepala Sekolah Rakyat Papua, menyatakan bahwa dia bangga dapat berpartisipasi dalam program ini.

Dia berharap para kepala sekolah dapat menggunakan pelajaran yang dia pelajari di retret untuk membantu anak didik.

"Saya menyaksikan bahwa teman-teman saya memiliki semangat dan semangat yang sama. Saya ingin menjadi perpanjangan tangan Tuhan dan jawaban doa setiap keluarga, sehingga menjadi berkat bagi keluarga yang tidak mampu," tuturnya.

Proses Pembukaan

Sebelum peluncuran resmi, rencananya bakal ada simulasi pembukaan Sekolah Rakyat. Ada dua titik yang dilakukan simulasi pada 9 Juli 2025 nanti.

“Insyaallah kita akan simulasi di 2 titik, di Handayani dan di STPL di Bekasi,” kata Mensos sebelum peluncuran resmi.

Selanjutnya, pembelajaran tak langsung dilakukan. Pembelajaran akan dimulai setelah matrikulasi dan periode pengenalan dan orientasi guru dan siswa.

Selain itu, anak-anak Sekolah Rakyat akan menjalani cek kesehatan gratis pada tanggal 7 Juli. Kemendikdasmen dan Kementerian Agama akan mengelola sekolah atau madrasah pertama bagi murid sekolah rakyat.

CKG ini akan dilakukan bersama dengan Kementerian Kesehatan. Setelah itu, CKG akan dilanjutkan untuk guru dan tenaga kependidikan.

Sebaliknya, sekitar 40 titik yang telah disurvei dan dinyatakan memenuhi syarat untuk sekolah rakyat di 100 titik kedua sedang dilakukan oleh Kemensos.

“Sudah ada sekitar 40 titik yang telah disurvei dan dinyatakan layak oleh Kementerian PU, yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan renovasi ringan,” katanya. Di akhir Juli, diharapkan ada titik terang untuk lokasi lain.

Sebelum ini, Kemensos juga telah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membahas bagaimana balai latihan kerja (BLK) digunakan di sekolah umum.

Sejauh ini, 122 BLK Kemnaker dan 45 gedung milik Pemda yang dimaksudkan dapat digunakan untuk mendirikan Sekolah Rakyat kedua.

Diperkirakan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan akan menggunakan 424 rombel selama sesi kedua Sekolah Rakyat.

Bersamaan dengan itu, kepala sekolah, guru, murid, dan tenaga kependidikan juga dipilih secara bersamaan. Semua proses dilakukan sesuai dengan protokol. (***)

Photo
Photo
Editor : Yosep Awaludin
#Sekolah Rakyat #menteri sosial #retreat