Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Penting Bansos 8 Juli 2025: Burekol PKH BPNT Pos ke KKS, Nasib KPM Desil 5 dan Penyaluran Penebalan Rp400 Ribu

Mutia Tresna Syabania • Selasa, 8 Juli 2025 | 08:20 WIB

Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT.
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT.

RADAR BOGOR - Informasi terbaru mengenai proses Burekol (Buka Rekening Kolektif) bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT yang sebelumnya cair via PT Pos Indonesia dan kini dialihkan ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

Ada kabar, bahwa sebanyak 2.094 KPM bansos PKH dan BPNT di Aceh siap menerima KKS baru.
 
Selain itu, ada penjelasan penting bagi KPM bansos PKH plus BPNT yang masuk Desil 5: bantuan PKH kemungkinan tidak cai, tetapi bantuan BPNT plus penebalan Rp400.000 masih tetap bisa cair.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Undang Siswi SMP yang Mengkritiknya, Dedi Mulyadi Ceritakan Perjuangan Ketika Masih Sekokah
 
Proses Burekol, yaitu pengalihan penyaluran bantuan PKH dan BPNT dari PT Pos Indonesia ke Kartu KKS Bank Himbara. 
 
Banyak KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos sedang menanti kapan bantuan mereka akan disalurkan via KKS.
 
Apalagi mereka yang membutuhkan bansos tersebut.
 
 
Baca Juga: Banyak Konten Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang Disukai Masyarakat, tapi Jeirry Sumampow Menilai Follow Up-nya Agak Nihil
 
Data yang di DTKS akun SIKS-NG para pendamping sosial, status Burekol saat ini bervariasi di setiap daerah. 
 
Namun, khusus di wilayah Kabupaten Banyuwangi, statusnya masih "proses Burekol", yang berarti pembukaan rekening kolektif masih dalam tahap pengerjaan dan belum selesai.
 
Di Provinsi Aceh, pihak bank telah mengeluarkan hasil pengecekan terhadap rekening para KPM. 
 
Baca Juga: Baru Sampai, Gubernur Jawa Barat Disambut Ibu-ibu Nangis, Dedi Mulyadi: Ka Aing Ngambekna nu Karak 4 Bulan Sia teh
 
Hal ini tercantum dalam surat Kementerian Sosial Republik Indonesia pada 4 Juli 2025, mengenai pendistribusian kartu KKS dan buku tabungan hasil pembukaan rekening. 
 
Surat ini ditujukan kepada Kepala Dinas Sosial kabupaten/kota, menindaklanjuti surat dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang kerap bekerja sama dengan Aceh.
 
Dalam surat tersebut, Bank BSI menyampaikan hasil pengecekan data pembukaan rekening atau Burekol, di mana sebanyak 2.094 KPM telah memiliki rekening tetapi kartu KKS-nya belum terdistribusi. 
 
Baca Juga: Kepala Dinas Pendidikan Tanggapi Isu Tak Adanya Jawaban Benar dalam Tes Terstandar SPMB
 
Dinas Sosial kabupaten/kota diinstruksikan untuk mendampingi BSI setempat dalam proses pendistribusian buku tabungan dan/atau KKS kepada KPM, serta memantau dan mengkoordinasikan proses ini agar berjalan tertib dan lancar.
 
Berdasarkan surat Kemensos, jelas Bank BSI adalah bank yang sudah mengonfirmasi hasil Burekolnya, khususnya untuk Provinsi Aceh. 
 
Kasus ini mengingatkan pada akhir tahun 2024, di mana daerah-daerah yang sebelumnya menerima bansos via pos mulai dialihkan ke KKS.
 
Baca Juga: Bentar Lagi Meluncur, Ini Tanggapan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono Soal Sekolah Rakyat
 
Ada KPM di Aceh yang rekeningnya sudah dibuat pada tahun 2024, namun KKS-nya belum sempat terdistribusi, sehingga bansos mereka masih disalurkan lewat PT Pos hingga tahap pertama 2025.
 
Namun kini, sebanyak 2.094 KPM di Aceh ini tidak lagi menerima bantuan via pos. Melainkan akan melalui KKS. Proses pendistribusian KKS mereka akan segera dilakukan.
 
Namun, untuk bank penyalur lainnya seperti BNI, Mandiri, dan BRI, hasil Burekol mereka masih belum terkonfirmasi. 
 
Baca Juga: Berjauhan dengan Matahari, Begini Dampak Fenomena Aphelion pada Penduduk Bumi
 
KPM yang bank penyalurnya selain BSI diharapkan bersabar. Yang jelas, setelah proses Burekol ini selesai, bantuan akan segera disalurkan.
 
Perlu diingat, beberapa KPM tertentu memang akan tetap menerima pencairan via PT Pos Indonesia, seperti KPM yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), lansia, disabilitas berat, atau KPM yang memiliki penyakit kronis. Namun, jumlah KPM bansos ini tidak banyak.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh