Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada NIK Anda Diblokir, Terus Pantau Penyaluran Bansos Sembako Rp400 Ribu dan Beras 20 Kg Sedang Berlangsung

Mutia Tresna Syabania • Selasa, 8 Juli 2025 | 12:29 WIB

Ilustrasi uang pencairan bansos
Ilustrasi uang pencairan bansos
 
RADAR BOGOR - Informasi terbaru mengenai progres pencairan bansos PKH BPNT, dan penebalan sembako Rp400.000, serta penyaluran bantuan beras 20 kg yang sedang digencarkan hingga hari ini. 
 
Ada pula kabar mengejutkan mengenai pemblokiran sekitar 10 juta rekening KPM bansos PKH BPNT dan bantuan beras yang terdeteksi bermasalah.
 
 
Meskipun instruksi pencairan bansos ditujukan untuk 18,3 juta KPM penerima PKH dan BPNT secara bersamaan, penyaluran dilakukan secara bertahap dengan kecepatan yang bervariasi antar bank.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Lowongan Kerja Damri 2025, Gaji Menarik dan Penempatan di Seluruh Indonesia Termasuk Makassar, Cek Syaratnya
 
Bank Mandiri dilaporkan menjadi yang terdepan dalam mentransfer bantuan penebalan sembako Rp400.000, diikuti oleh Bank BRI.
 
Bank BNI dan BSI menyusul kemudian. Meskipun pencairan penebalan BPNT Rp400.000 untuk periode Juni-Juli 2025 telah dilaporkan mulai masuk ke rekening KKS di beberapa wilayah seperti Cikarang dan Bogor sejak akhir Juni 2025, BNI belum menjadi penyalur utama dibandingkan Mandiri. 
 
Progres pencairan melalui BNI masih bertahap, dan KPM disarankan untuk rutin memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking atau ATM. 
 
Baca Juga: Penting! Begini Cara Buat QR Code Pospay Supaya BSU Rp600 Ribu Bisa Cair di Kantor Pos
 
Hingga 6 Juli 2025, progres penyaluran bansos secara keseluruhan, termasuk melalui BNI, mencapai sekitar 80,5% untuk 8 juta KPM dengan total dana Rp6,19 triliun.
 
Untuk Bank BSI di wilayah Aceh, KPM melaporkan bahwa penebalan BPNT Rp400.000 telah cair melalui KKS BSI sejak akhir Juni hingga awal Juli 2025. 
 
Pencairan melalui BSI juga berlangsung bertahap, dengan laporan saldo masuk terpantau pada 1 Juli 2025 di beberapa daerah.
 
Baca Juga: Biskita Transpakuan Koridor 5 dan 6 Bakal Beroperasi Tahun Ini, Pemkot Ajukan Biaya Operasional di Anggaran Perubahan 2025
 
KPM bansos dari semua bank penyalur disarankan untuk memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking masing-masing.
 
Bagi KPM yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), lansia, atau disabilitas, penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia jika KKS tidak tersedia.
 
Penyaluran bantuan beras 20 kg ditujukan untuk 18,3 juta KPM berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).
 
Baca Juga: Pizza Rasa Bintang Lima di Henry's Kitchen Bogor Menyuguhkan Suasana Homey yang Bikin Betah
 
Penyaluran bantuan beras ini secara resmi ditugaskan kepada Perum Bulog melalui surat penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) nomor 170/TS.03.03/OL3/K/7/2025 tertanggal 4 Juli 2025. 
 
Proses penyaluran dimulai pada awal hingga akhir Juli 2025. Beberapa wilayah, terutama di Jawa Barat, telah melaporkan adanya pengiriman atau dropping bantuan beras ini.
 
Surat Perintah Penyaluran (SPP) untuk bantuan beras 20 kg telah mulai didistribusikan, dan penyaluran fisik beras diperkirakan akan segera menyusul di berbagai wilayah. 
 
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Bogor Tiga Orang Meninggal, Bupati Rudy Susmanto Imbau Warga Tetap Waspada
 
Proses ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan distribusi berjalan lancar, mengingat tantangan logistik yang berbeda di setiap daerah. 
 
Bantuan beras ini khusus untuk KPM BPNT dan PKH yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan pangan beras. 
 
Penyaluran memerlukan waktu karena distribusi dilakukan secara bertahap, terutama di daerah dengan tantangan geografis.
 
Baca Juga: Bakti Sosial di Tiga Momen Penting, Puluhan Personel TNI AU Lanud Atang Sendjaja Bogor Donorkan Darahnya
 
Ada informasi mengejutkan terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdeteksi memiliki transaksi mencurigakan pada rekening bantuan sosial (bansos) dan dapat diblokir.
 
Berdasarkan laporan Kementerian Sosial (Kemensos) per 6 Juli 2025, penyebab utama pembekuan rekening ini meliputi:
 
- Ketidaksesuaian Kelayakan Penerima: Banyak rekening KPM yang dinilai tidak layak menerima bansos setelah diverifikasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTKS). 
 
Baca Juga: Lebaran Anak Yatim, ‎Karang Taruna RW 03 Cibinong Bogor Tebar Santunan Bingkisan dan Uang 
 
Ini mencakup KPM yang tidak lagi memenuhi kriteria kemiskinan atau memiliki perubahan status ekonomi.
 
- Indikasi Penyalahgunaan Dana Bansos: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya rekening KPM yang digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai dengan tujuan bansos, seperti judi online. 
 
Dana bansos yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan hidup justru dialihkan untuk aktivitas tersebut, yang dianggap sebagai penyalahgunaan.
 
Baca Juga: Kembangkan Pertanian Modern, Polbangtan Bogor Siap Jalankan Proyek Kerja Sama dengan Taiwan Mulai Januari 2026
 
KPM bansos yang terdampak pemblokiran disarankan untuk menghubungi pendamping sosial atau bank penyalur untuk klarifikasi status rekening masing-masing.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #beras #pkh