Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puasa Ayyamul Bidh Juli 2025, Berikut Bacaan Niat, Jadwal Pelaksanaan dan Keutamaan Jika Dikerjakan

Achmad Fuji Asro • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:36 WIB

Ilustrasi doa. Terdapat amalan di Jumat terakhir bulan Rajab yang bisa dibaca hari ini.
Ilustrasi doa. Terdapat amalan di Jumat terakhir bulan Rajab yang bisa dibaca hari ini.


RADAR BOGOR - Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianut oleh orang muslim. Hukum mengerjakan Puasa Ayyamul Bidh, tidak sama dengan Ramadhan.

Puasa Ayyamul Bidh, dilansir dari laman MUI hukum puasa Ayyamul Bidh itu Sunnah Muakkadah. Sunnah Muakkad merupakan hukum ditekankan agar dilakukan agar mendapat pahala dari Allah SWT.

Puasa Ayyamul Bidh ditekankan karena merupakan anjuran dari Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya Rasulullah.

Baca Juga: 1 Muharram 1447 Hijriah: Keutamaan Puasa Sunnah Awal Tahun dan Bacaan Niat Lengkapnya

Anjuran Rasulullah Muhammad SAW itu seperti yang diceritakan dalam hadits HR Bukhari no 1178.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر

Hadits tersebut memiliki arti, "Kekasihku (Rasulullah mewasiatkan padakupadaku tiga nasihat yang aku tidak pernah meninggalkan higga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan Sholat Dhuha, dan mengerjakan Sholat Witir sebelum tidur,"

Dalam hadits tersebut menjelaskan, jika Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah yang selalu dilaksanak  secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW Setiap Bulannya

Penunjuk waktu pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh, juga dijelaskan dengan jelas oleh Rasulullah saw.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelaskan Rincian Anggaran Pemprov Jabar 2025: Bayar Utang BPJS Kesehatan, Tunggakan Ijazah, hingga Bangun Jalan

Waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh, menurut Nabi Muhammad itu ditandai dengan kondisi bulan yang tampak lebih cerah dibanding dari hari lainnya dalam setiap bulan.

Penjelasan mengenai melaksanakan Puasa Ayyamul Bid'ah oleh Rasulullah itu tertuang dalam Hadits Tirmidzi no 761.

عَنْ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَمَ: “يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya,"Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda kepadaku. Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas," (HR Tirmidzi no 761).

Hadit tersebut menyebutkan, secara tanggal Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriah. Pada Juli 2025 bertepatan dengan Rabu, 9 Juli 2025 atau 13 Muharram 1447 Hijriah, Kamis, 10 Juli 2025 (14 Muharram 1447 Hijriah) serta Jumat, 11 Juli 2025 (15 Muharram 1447 Hijriah).

Baca Juga: Sosok Nanang Penjual Es Cincau dari Bogor Viral Bisa 4 Bahasa Asing Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pernah Jadi Tour Guide dan Pacari Bule

Pahala bagi orang muslim yang mengerjakan Puasa Ayyamul Bidh itu tertuang dalam HR Tirmidzi no 762.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّممَ: “مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ”. فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ: {مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا}. الْيَوْمُ بِعَششَرَةِ أَيَّامٍ

Artinya, "Dari Abu Dzar ia berkata, Rasulullah SAW bersabda. Siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh,".

Sabda Rasulullah SAW itu juga diperkuat dengan Firman Allah SWT QS Al An'am ayat 160, "Siapa yang berbuat satu kebaikan, maka dia akan mendapat pahala sepuluh kali lipat,".

"Satu hari berpuasa, sama dengan sepuluh hari," (HR Tirmidzi no 762).

Dalam hadits itu menegaskan, bahwa puasa Ayyamul Bidh ditekankan untuk dilaksanakan tiga hari berturut-turut agar mendapat pahala satu bulan penuh.

Namun, umat muslim juga dapat melaksanakan puasa satu hari di antara tanggal Ayyamul Bidh, dan nanti akan mendapat pahala yang sama dengan ibadah 10 hari.

Sabda Nabi Muhammad SAW itu, diperkuat dengan Firman Allah mengenai pahala yang dilaksanakan oleh umat Muslim saat mengerjakan kebaikan saat Ayyamul Bidh akan dilipatgandakan.

Niat Puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca oleh muslim yang ingin mengerjakan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin, "Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala,".

Artinya : “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala,”.

Kalangan ulama berpendapat, niat puasa sunnah, kecuali wajib dapat dibaca sebelum dhuhur.

Jika dilihat dari arti bacaan Puasa Ayyamul Bidh, pembacaan doa dianjurkan untuk dilaksanakan sebelum fajar atau Imsak tiba.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati