RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga bagi keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Bansos beras ini merupakan bagian dari program lanjutan perlindungan sosial yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama KPM yang terdampak inflasi dan fluktuasi harga bahan pokok.
Program bansos beras ini, menyasar KPM dari program PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) yang sudah terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Dalam penyalurannya, pemerintah menggandeng pihak Bulog dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Pada tahap awal bulan Juli ini, Provinsi Sulawesi Utara menjadi daerah pertama yang memulai penyaluran bantuan beras tersebut.
Alokasi beras ini ditujukan untuk periode Juni dan Juli 2025 dan langsung menyasar lebih dari 138 ribu KPM di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Adapun daerah yang tercatat sebagai penerima pertama antara lain:
Kabupaten Bolaang Mongondow hingga Kota Tomohon dengan jumlah penerima mencapai 138.667 KPM.
Penyaluran diharapkan akan segera diikuti oleh provinsi lain, menyesuaikan dengan jadwal distribusi dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Penyaluran bantuan beras ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memenuhi kebutuhan pokok mereka di tengah ketidakpastian ekonomi dan potensi kenaikan harga bahan pangan.
Bantuan ini menyasar KPM penerima PKH dan BPNT, dan akan terus berlanjut ke provinsi-provinsi lainnya sesuai jadwal yang ditentukan oleh pemerintah pusat dan dinas sosial daerah.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan ini dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Masyarakat penerima diminta untuk tetap tenang dan mengikuti jadwal pembagian yang telah ditentukan di wilayah masing-masing.
Warga juga diimbau untuk aktif mencari informasi dari sumber resmi seperti pemerintah daerah atau channel informasi bansos terpercaya guna memastikan jadwal penyaluran dan lokasi distribusi yang tepat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga