RADAR BOGOR – Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial triwulan kedua tahun 2025 untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako reguler (BPNT), dan bantuan penebalan sembako.
Berdasarkan data resmi yang dirilis hingga minggu ini, capaian penyaluran menunjukkan progres positif di tengah upaya reformasi sistem distribusi bansos.
Program ini menyasar lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bantuan sembako dan lebih dari 10 juta KPM untuk PKH.
Secara nasional, bantuan sembako dan penebalan masing-masing memiliki kuota 18.277.083 KPM, dengan realisasi penyaluran yang sama, yaitu 15.481.880 KPM atau 84,71 persen.
Untuk bantuan PKH, dari total kuota 10 juta KPM, sebanyak 8.108.740 KPM atau sekitar 81,08 persen telah menerima haknya.
Jika diakumulasi, total dana yang telah digelontorkan pemerintah mencapai Rp21,3 triliun lebih, dengan rincian Rp9,28 triliun untuk sembako, Rp6,19 triliun untuk penebalan, dan Rp5,85 triliun untuk PKH.
Namun, di balik angka tersebut, proses transformasi penyaluran bansos juga tengah dilakukan melalui mekanisme buka rekening kolektif (burekol).
Peralihan dari sistem tunai melalui PT Pos ke rekening bank menjadi salah satu fokus dalam upaya efisiensi dan akuntabilitas.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.945.399 KPM PKH dan 2.723.515 KPM sembako sedang dalam proses pembukaan rekening.
Rinciannya, KPM PKH terdiri atas 1.315.886 hasil peralihan dari PT Pos dan 629.513 penerima baru, sedangkan KPM sembako mencakup 1.953.139 dari PT Pos dan 770.376 penerima baru.
Menariknya, meski masih dalam proses burekol, sebagian di antaranya sudah terkonfirmasi memiliki rekening aktif dan telah masuk ke proses penyaluran bantuan.
Tercatat, 6.705 KPM PKH dan 3.502 KPM sembako kini sedang dicairkan bantuannya melalui rekening masing-masing.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan perbaikan data untuk menjamin validitas penerima. Sebanyak 11.622 KPM PKH (0,12 persen) dan 393.610 KPM sembako (2,2 persen) masih dalam proses perbaikan agar dapat masuk ke sistem penyaluran.
Jika ditinjau lebih lanjut, per 10 Juli 2025, total KPM yang sudah berada dalam proses salur tercatat sebanyak 8.042.979 untuk PKH (80,43 persen) dan 15.159.958 untuk sembako (82,95 persen).
Angka ini terus bertambah seiring penyelesaian proses pembukaan rekening dan pemutakhiran data. Hal ini menunjukkan bahwa, meski masih terdapat tantangan administratif, mayoritas bantuan telah disalurkan tepat sasaran.
Secara keseluruhan, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki sistem penyaluran bansos melalui pendekatan digital dan perbankan guna menjangkau kelompok masyarakat rentan secara lebih adil, cepat, dan transparan.***
Editor : Eli Kustiyawati