Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sering Dituduh Berbahaya, Ini Fakta Soal Konsumsi Mie Instan yang Dibongkar Dokter Tirta

Khairunnisa RB • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:11 WIB
Ilustrasi konsumsi mie instan.
Ilustrasi konsumsi mie instan.

RADAR BOGOR - Banyak spekulasi soal konsumsi mie instan yang berdampak pada kesehatan, juga dibahas dokter sekaligus influencer kesehatan, Dokter Tirta dan mengungkap faktanya.

Dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan pandangan yang lebih netral, dan berdasarkan fakta ilmiah mengenai fakta konsumsi mie instan yang menjadi kesukaan hampir semua orang Indonesia.

Dalam podcast bersama Samuel Christ, dr. Tirta mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai suatu informasi, termasuk dalam hal keamanan konsumsi mie instan.

Seperti diketahui, mie instan telah menjadi salah satu makanan cepat saji yang digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia.

Popularitas mie instan tidak hanya karena rasa yang khas dan memuaskan, tetapi juga karena kemudahan serta kecepatan dalam penyajiannya.

Hal tersebut menjadikannya solusi praktis untuk orang-orang yang memiliki gaya hidup sibuk.

Namun di balik kepraktisan tersebut, mie instan sering kali mendapat sorotan negatif, terutama dari sisi kesehatan.

Banyak kalangan menilai bahwa mie instan memiliki kandungan gizi yang rendah, serta mengandung kadar natrium yang tinggi.

Sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Tak hanya itu, muncul pula anggapan bahwa mie instan mengandung banyak bahan pengawet berbahaya, yang dikhawatirkan bisa menimbulkan efek jangka panjang bagi kesehatan.

Menanggapi itu, Dokter Tirta menjabarkan beberapa fakta.

“Sekarang saya tanya, orang bilang mie instan itu berbahaya oke, bahaya yang dimaksud itu apa?" Ujar dr. Tirta sebagaimana dilansir RADAR BOGOR dari YouTube Samuel Christ.

"Banyak netizen bilang mie instan bahaya, saya tantang, bahaya yang seperti apa? Kalau kita ingin menyebut suatu makanan berbahaya, maka harus jelas penyebab bahayanya,” lanjut pria yang akrab disapa dr. Tirta itu.

Ia menekankan bahwa sesuatu bisa disebut berbahaya hanya jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar.

Dalam konteks mie instan, ia menjelaskan bahwa efek buruk baru akan muncul jika dikonsumsi secara berlebihan, misalnya hingga 10 hingga 50 bungkus dalam satu hari.

Jumlah tersebut tentu tidak masuk akal untuk dikonsumsi oleh orang pada umumnya.

“Apakah kamu makan mie instan 50 kali sehari? Sekali makan, apakah kamu kuat habiskan 10 bungkus?" ujar dr. Tirta.

"Mie instan itu kan sebenarnya cuma karbohidrat yang dibungkus tepung dan ditambah bumbu, yang memang mengandung natrium,” jelasnya.

Secara keseluruhan, mie instan dapat dikategorikan sebagai jenis makanan yang kurang memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan nutrisi harian tubuh.

Kandungan gizinya tergolong minim, karena umumnya mie instan tidak menyediakan cukup vitamin, serat, maupun mineral esensial yang diperlukan untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Kandungan utamanya adalah karbohidrat dan lemak jenuh, sehingga jika dikonsumsi secara rutin tanpa variasi atau tambahan nutrisi lain dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi.

Namun, dr. Tirta menegaskan bahwa bukan berarti mie instan harus dihindari sepenuhnya.

Ia menyarankan agar mie instan dikonsumsi sewajarnya, idealnya hanya dalam kondisi darurat atau ketika tidak ada pilihan makanan lain yang lebih sehat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mie instan masih dapat dijadikan pilihan makanan yang lebih bernutrisi jika dikombinasikan dengan bahan tambahan seperti sayur-sayuran dan sumber protein.

Tapi menurut penelitian, jika mie instan dimakan bersama sayur dan telur rebus, maka kandungan gizinya meningkat.

Dalam akhir pembicaraan, dr. Tirta mengingatkan pentingnya menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak langsung percaya pada berita yang bersifat sensasional, tetapi untuk selalu memeriksa kebenarannya berdasarkan sumber yang kredibel dan ilmiah.

“Selalu cek sumber informasi tentang kesehatan sebelum mempercayainya. Banyak berita yang kelihatannya heboh, tapi ternyata tidak berdasarkan bukti ilmiah,” pungkasnya menutup diskusi.

Photo
Photo
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dokter tirta #fakta #mie instan