Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peluncuran Buku 70 Tahun Robert Sitorus Hidup yang Mengalir, Jadi Kado Ulang Tahun untuk Ketua Umum GMKI Masa Bakti 1986-1988

Eka Rahmawati • Minggu, 13 Juli 2025 | 10:17 WIB
Peluncuran Buku
Peluncuran Buku

 

RADAR BOGOR - Robert Sitorus selaku Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) masa bakti 1986 - 1988 merayakan ulang tahun ke – 70 di Jakarta, Sabtu 12 Juli 2025.

Pada perayaan yang berlangsung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara itu juga dilakukan peluncuran buku “70 Tahun Robert Sitorus; Hidup Yang Mengalir”.

Dalam buku itu terdapat perjalanan hidup Robert Sitorus sejak berada di kampung halamannya yakni Sumatera Utara sampai ke Jakarta.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Senior GMKI Sahat HMT Sinaga yang juga mewakili keluarga menyampaikan bahwa acara tersebut menjadi kado ulang tahun bagi Robert Sitorus yang telah memberikan insipirasi bagi keluarga serta komunitas GMKI. 

“Semoga buku ini bisa menjadi cermin bagi GMKI sekaligus tolak ukur bagi organisasi," harapnya dalam siaran pers yang diterima Radar Bogor.

Tak hanya berisi perjalanan hidup, buku itu juga memuat tulisan 22 sahabat yang menuliskan pengalaman dan kesannya terhadap Robert Sitorus.

Di antaranya ada mantan Direktur PAM Jaya dan mantan Ketua Umum KNPI Didiet Haryadi Prioutomo, Pendeta Martin Lukito Sinaga dan jurnalis Yusuf Mujiono.

Selain itu catatan juga disampaikan sahabat dari para senior GMKI di antaranya aktivis perburuhan dan mantan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Rekson Silaban, mantan Ketua Umum GMKI Immanuel Blegur, mantan anggota tim dokter kepresidenan Brigjen TNI (purn) dr. Alex Ginting.

Ada pula Hakim Konstitusi Daniel Yusmic FoEkh, Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Sigit Triyono, mantan Ketua Umum Gereja Protestan di Indonesia (GPI) Pendeta Liesje Sumampow, dan Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI Febry C. Tetelepta.

Biografi setebal 190 halaman disusun oleh Alui Marundruri, Abrianto Lumbangaol, Rita Sitorus, dan Sahat HMT Sinaga dengan fotografer Renhard Manik dan tata letak Doni Butar Butar.

Profil Robert Sitorus 

Robert Sitorus lahir di Tarutung, Sumatera Utara pada 8 Juli 1955 dan merupakan anak pertama 7 bersaudara. Sang ayah pensiunan tentara yang aktif ketika Indonesia belum stabil secara politik dan ibunya adalah ibu rumah tangga yang mendampingi anak-anaknya ketika ayah Robert berdinas.

Pada masa kecil, hidup Robert dan keluarga harus berpindah-pindah mengikuti penugasan ayahnya. Dari Tarutung, di umurnya ke-4, Robert bersama keluarganya pindah ke Dairi lalu pindah ke Porsea hingga ke Padangsidimpuan saat ayahnya ditempatkan di Komando Resort Militer (Korem) 022/Kawal Samudera.

Robert dan keluarga kemudian pindah lagi ke ke Gunungsitoli, Kabupaten Nias pada 1966 serta setahun kemudian menetap di Medan.

Di Medan itulah Robert menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Teknik jurusan Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) serta meraih gelar insinyur tahun 1985.

Ia juga menjadi anggota GMKI Komisariat Teknik GMKI Cabang Medan pada 1975 dan pada 1977 dipercaya menjadi ketua komisariat, lalu 1981 Ketua Cabang GMKI Medan.

Robert menjadi Ketua Umum GMKI dalam kongres GMKI di Palangkaraya 1986 serta menyelesaikan masa baktinya pada Kongres Bandung pada 1988.

Di era pemerintahan orde baru mengeluarkan kebijakan untuk seluruh organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia dengan mengeluarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1985 yang mana ormas diharuskan menggunakan Pancasila sebagai satu-satunya asas (asas tunggal).

Dalam kondisi tersebut Robert berhasil menghadapi dinamika internal yang terjadi di GMKI. Usai menyelesaikan pelayanan di GMKI Robert lalu bekerja di PAM Jaya dan bergabung dengan Palyja, perusahaan air minum asal Perancis yang menjadi mitra PAM Jaya.

Ketika itu dia mampu mengatasi dinamika penolakan internal kerjasama PAM Jaya dengan perusahaan air minum luar negeri, Palyja dan Thames PAM Jaya (TPJ) asal Inggris.

Robert memulai era pemasangan pembatas dengan banner untuk mengisolasi lubang-lubang galian sehingga aman bagi masyarakat dan pemasangan pembatas itu kini diikuti oleh berbagai pemilik utilitas.  Tak hanya itu ia juga memulai era pengerjaan malam hari untuk pemasangan jaringan pipa yang melintas di jalan-jalan umum agar arus lalu lintas tidak macet pada jam kerja.

Catatan Sahabat

Sementara itu Mantan Menteri Hukum dan HAM yang kini menjadi anggota DPR RI, Yasonna Laoly dalam kata sambutan buku menyampaikan bahdwa terbitnya buku ini akan memberikan dampak yang baik bagi mengembangkan budaya literasi di masyarakat.

Yasonna Laoly yang juga senior GMKI dari cabang Medan mengungkapkan buku tersebut bermanfaat agar semakin mendorong budaya menulis dan menerbitkan buku, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama kepada generasi yang lebih muda.

Kiprah Robert Sitorus di GMKI lalu masuk dunia profesional saat di PAM Jaya lalu PALYJA hingga keterlibatannya di Lembaga Keumatan Kristen menurut Yasonna Laoly layak disusun dalam sebuah buku yang memberikan inspirasi.

Editor : Eka Rahmawati
#Robert Sitorus #70 tahun #buku #gmki