RADAR BOGOR - Koperasi desa (Kopdes) kini semakin mendapat perhatian sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.
Lewat program Koperasi Desa Merah Putih, Menko Pangan mendorong koperasi desa untuk mandiri, berdaya saing, dan benar-benar menguntungkan sebelum diberikan suntikan modal dari bank.
Hal ini ditegaskan oleh Menko Pangan atau yang akrab disapa Zulhas, dalam rapat koordinasi peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Menurut Zulhas, modal dari bank (Himbara) tidak langsung diberikan, melainkan akan menyusul setelah koperasi terbukti sehat dan berhasil menjalankan usaha.
"Enggak ada APBN-nya, kan usahanya dulu. Kalau sudah berjalan, kelihatan sudah laba, kita akan pikirkan gimana pemberian modalnya. Modalnya itu nanti dapat dari Himbara, plafon. Bukan dibagi duitnya," jelas Zulhas.
Sekarang ini, sudah ada 103 kopdes contoh yang dijadikan model penerapan.
Fokus utamanya adalah memastikan unit usaha seperti agen LPG, pupuk, dan sembako bisa mendatangkan laba dan benar-benar membantu kebutuhan masyarakat desa.
Uniknya, pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil. Sebagai contoh, jika koperasi membutuhkan modal Rp60 juta untuk membeli pupuk, maka bank akan memberikan pinjaman tepat sesuai kebutuhan tersebut bukan lebih, bukan kurang, dan bukan dibagi rata.
Langkah ini bukan hanya mendorong koperasi desa untuk tumbuh secara mandiri, tapi juga melatih mereka untuk lebih disiplin dalam perencanaan dan pengelolaan usaha.
Dengan begitu, koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan kebutuhan pokok, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga