RADAR BOGOR - Kordes KKN-IPB Desa Jono, Agal Lulanika mengungkapkan, salah satu pengalaman paling indah selama dua minggu di Desa Jono adalah nggopyok tikus bersama warga.
Setelah diasap, tikus bisa tidak berdaya di dalam lubang atau lari keluar.
Menurut Agal, tikus yang masih hidup dikejar dan kali ini sampai selesai kegiatan ada lebih dari seratus ekor yang ditangkap.
Lebih lanjut Agal mengatakan, menurunkan full team diantaranya Zulfa, Citra, Meutia, Theo, Hamdi, Khadija dan Aurel semuanya berbagi kegembiraan di tengah sawah dengan menangkap hama tikus.
Kepala Dusun Sileman, Ahmad Afifuddin menjelaskan, total lahan warga yang terserang hama tikus sekitar 10 hektare, mengarang sawah petani dalam 3 tahun ini, nggopyok tikus menggunakan cara sederhana yaitu pengasapan lubang memakai alat sederhana dengan menggunakan campuran belerang dan jerami. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim