Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Anak Yatim Rp600 Ribu, Beras 20 Kg, Telur, Daging, hingga Alat Sekolah Sudah Cair di Wilayah Ini

Ira Yulia Erfina • Rabu, 16 Juli 2025 | 21:47 WIB

Ilustrasi penyaluran bansos beras.
Ilustrasi penyaluran bansos beras.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menggulirkan berbagai bantuan sosial tambahan pada bulan Juli 2025 untuk menjangkau lebih banyak keluarga rentan di tengah kebutuhan hidup yang kian mendesak.

Salah satu sorotan utama dari pencairan bansos kali ini adalah distribusi beras 10 kg yang dialokasikan selama dua bulan sekaligus, sehingga penerima menerima total 20 kg beras dalam satu pencairan.

Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial, terutama untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan program-program perlindungan lainnya.

Tidak hanya beras, bantuan tambahan lain juga diberikan dalam bentuk bahan pangan bergizi seperti daging ayam dan telur.

Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi asupan protein keluarga, terutama anak-anak dan lansia, yang sangat membutuhkan nutrisi cukup dalam pertumbuhan dan menjaga daya tahan tubuh.

Di beberapa daerah, seperti Bogor, Jawa Barat, bahkan terjadi pencairan dobel yang mencakup dua jenis bantuan dalam waktu bersamaan.

Di kelurahan-kelurahan tertentu, masyarakat menerima beras sekaligus bantuan uang tunai senilai Rp600.000 yang dikhususkan bagi anak-anak yatim.

Program ini disalurkan melalui skema bantuan ATENSI YAPI (Anak Yatim Piatu) yang merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk memastikan anak-anak yang kehilangan orang tua tetap mendapatkan dukungan kelangsungan hidup dan pendidikan.

PT Pos Indonesia kembali dipercaya sebagai lembaga yang mencetak serta mendistribusikan undangan pencairan bansos.

Undangan ini menjadi syarat utama yang harus dibawa KPM ke lokasi pencairan, baik itu kantor kelurahan, balai desa, maupun kantor pos terdekat.

Sementara itu, untuk pengambilan bantuan ATENSI YAPI, penerima cukup membawa e-KTP, kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran anak.

Ciri bahwa seseorang terdaftar sebagai penerima bantuan ini bisa dicek melalui aplikasi Cek Bansos, dengan keterangan yang akan tertulis jelas sebagai “YA” jika memang berhak mendapatkan bansos tersebut.

Sementara itu, program bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua juga telah mencapai progres yang hampir sempurna.

Penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 telah hampir 100 persen tersalurkan kepada para KPM di seluruh Indonesia, baik melalui mekanisme transfer ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun pencairan tunai via kantor pos di daerah yang belum tercakup perbankan.

Bantuan berupa perlengkapan sekolah ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar dan tidak tertinggal secara perlengkapan dibandingkan teman-teman lainnya.

Editor : Eka Rahmawati
#bansos #beras