RADAR BOGOR – Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial dalam rangka meringankan beban masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Salah satu bentuk bantuan yang telah mulai cair di berbagai wilayah adalah program bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan bansos penebalan senilai Rp400.000.
Surat undangan pengambilan bantuan beras telah tersebar luas di berbagai daerah, dan masyarakat penerima manfaat kini sudah mulai mencairkan bantuannya, baik melalui PT Pos maupun Bank Syariah Indonesia (BSI).
Di sisi lain, mekanisme pencairan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih berlangsung di wilayah-wilayah yang belum tercakup oleh distribusi langsung dari PT Pos.
Penyaluran melalui PT Pos Indonesia secara resmi telah berjalan di berbagai daerah tertinggal, terluar, dan terpencil, terutama di luar Pulau Jawa. Di Provinsi Lampung, penyaluran ini telah menjangkau Kabupaten Pesisir Barat.
Di wilayah timur Indonesia, proses pencairan bansos juga telah dilakukan di sejumlah kabupaten di Provinsi Maluku, yakni Buru Selatan, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur.
Di Provinsi Maluku Utara, bantuan sudah tersalurkan di Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.
Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat tercatat telah menerima bantuan ini di Kabupaten Lombok Utara.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penyaluran berlangsung di sejumlah kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi, antara lain Timor Tengah Selatan, Alor, Belu, Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.
Sementara di kawasan Papua dan sekitarnya, distribusi bansos telah merambah wilayah yang tergolong paling sulit dijangkau.
Di Provinsi Papua, wilayah yang tercakup meliputi Kabupaten Keerom, Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen.
Sedangkan di Papua Barat, bansos cair di Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Papua Barat Daya melaporkan pencairan di Maybrat, Sorong, Sorong Selatan, dan Tambrauw.
Tak ketinggalan, Papua Pegunungan mencatatkan pencairan di kabupaten-kabupaten seperti Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Lannywijaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Tolikara, Yahukimo, dan Yalimo.
Untuk Papua Selatan, bansos disalurkan ke Asmat, Boven Digoel, dan Mappi. Sedangkan Papua Tengah mencakup Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Nabire, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya.
Di luar wilayah timur, bansos juga telah cair melalui PT Pos di Sulawesi Tengah (Kabupaten Donggala, Sigi, dan Tojo Una-Una), serta Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai), Sumatera Selatan (Kabupaten Musi Rawas Utara), dan Sumatera Utara (Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Selatan, dan Nias Utara).
Wilayah-wilayah di luar daftar tersebut masih menjalani proses pencairan bantuan melalui mekanisme KKS seperti biasa, melalui bank penyalur yang telah ditentukan.
Namun, dalam momen penyaluran bansos tahap ketiga bulan Juli ini, pemerintah juga melakukan evaluasi besar-besaran terhadap data penerima manfaat.
Tercatat lebih dari 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah dicoret dari daftar penerima bantuan sosial yang terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional.
Pencoretan ini didasarkan pada proses pemadanan data dan verifikasi ulang yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian kriteria, termasuk KPM yang tidak lagi memenuhi syarat sosial ekonomi sebagai penerima bantuan.
Proses ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial ke depannya.***
Editor : Eli Kustiyawati