RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menggulirkan program bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras 20 kilogram yang mulai disalurkan kekeluarga penerima manfaat (KPM) pada pertengahan Juli 2025.
Bansos beras ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi sosial dan ketahanan pangan nasional dari Kemensos, yang menyasar 18.277.083 KPM yang telah terdaftar aktif dalam DTSEN.
Setiap KPM memperoleh bansos 10 kilogram beras untuk bulan Juni dan Juli sehingga jika ditotal berjumlah 20kg.
Penyaluran dilakukan melalui jaringan PT Pos Indonesia dan melibatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta pendamping sosial.
Penyaluran resmi bantuan beras 20 kilogram ini dimulai sejak 15 Juli 2025 dan menyasar berbagai wilayah di Indonesia, termasuk provinsi Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Namun di beberapa daerah, distribusi telah lebih dulu dimulai sejak 11 Juli 2025, seperti yang terjadi di Sulawesi Utara.
Data dari hari pertama penyaluran menunjukkan sebanyak 1.267 keluarga telah menerima bantuan dengan total beras yang tersalurkan mencapai lebih dari 25 ton.
Angka ini diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan seiring progres distribusi di wilayah-wilayah lain.
Selain bantuan beras, pemerintah juga menyalurkan bantuan tunai senilai Rp400.000 kepada KPM yang terdaftar dalam program PKH dan BPNT namun belum menerima pencairan pada tahap sebelumnya.
Dana ini diberikan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang sudah digunakan di lebih dari 26 provinsi melalui skema Burekol (buka rekening kolektif).
Penyaluran dilakukan secara serentak dan sebagian wilayah juga menerima bantuan ganda, yaitu beras dan uang tunai secara bersamaan, tergantung status data dan jadwal masing-masing kabupaten atau kota.
Prioritas utama diberikan kepada keluarga dengan desil 1 hingga 7, yang mencerminkan tingkat kesejahteraan dari sangat rendah hingga menengah bawah.
Verifikasi dilakukan oleh dinas sosial dan petugas pendamping agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Untuk mengetahui status penerimaan, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Kemensos atau langsung mengecek rekening KKS di ATM, agen bank, atau e-warong terdekat.
Pemerintah menegaskan bahwa program ini bukan hanya bentuk perlindungan sosial, tetapi juga bagian dari pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang semester kedua tahun anggaran.
Dengan jumlah penerima yang mencapai lebih dari 18 juta keluarga, distribusi bantuan ini diharapkan mampu memperkuat jaring pengaman sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi distribusi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga