Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penyaluran Bansos Seumur Hidup untuk Tiga Golongan Terpilih? Begini Penjelasan Mensos hingga Bantuan Pangan Beras 20 Kg

Mutia Tresna Syabania • Jumat, 18 Juli 2025 | 15:51 WIB
Ilustrasi beras dan uang bansos
Ilustrasi beras dan uang bansos

RADAR BOGOR – Kabar gembira terkait penyaluran bantuan pangan beras 20 kg di berbagai daerah dan respons Menteri Sosial terkait wacana bantuan sosial seumur hidup untuk tiga golongan masyarakat.

Kementerian Sosial Republik Indonesia sedang merespons wacana pemberian bantuan sosial (bansos) seumur hidup kepada golongan tertentu.

Wacana ini ramai dibicarakan setelah pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menyebutkan lansia, disabilitas (difabel), dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berpotensi menerima bansos seumur hidup.

Selain ketiga kategori ini, bansos disebut akan dibatasi maksimal lima tahun.

Namun, Menteri Sosial Saiful Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pemberian bansos harus selalu mengacu pada data yang valid dan bukan hanya berdasarkan opini.

Menurutnya, selama data penerima valid, bantuan bisa diberikan. Ia menekankan bahwa prioritas utama penerima bansos adalah masyarakat yang tergolong miskin dan miskin ekstrem (desil 1).

Setelah itu, kelompok rentan lain yang masih membutuhkan bantuan pemerintah juga menjadi prioritas, yaitu desil 2 hingga desil 4.

Gus Ipul juga menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN).

Ini berarti akan ada satu data terpadu yang memastikan penyaluran program pemerintah lebih tepat sasaran.

Gus Ipul menekankan bahwa hingga saat ini, pemberian bansos tetap mengacu pada standar nasional sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Jadi, bagi masyarakat umum dan penerima bantuan sosial lainnya, tidak perlu gelisah atau resah terkait wacana ini.

Wacana bansos seumur hidup masih sebatas rencana yang memerlukan penggodokan aturan dan diskusi lebih lanjut oleh pemerintah dan Komisi VIII DPR, mengingat ini menyangkut hak-hak masyarakat luas, terutama golongan miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1.

Penyaluran bantuan pangan beras 20 kg untuk alokasi bulan Juni–Juli 2025 sudah mulai banyak didistribusikan di berbagai daerah. Ini berarti setiap KPM akan menerima dua karung beras dengan total 20 kg.

Terpantau, beberapa daerah seperti Aceh, Ngawi, dan Palembang telah memulai distribusi.

Hari ini, Jumat, 18 Juli 2025, penyaluran akan dilakukan di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa/Kelurahan Kota Negara.

Detail Pengambilan Beras di Lahat:

•Waktu: Pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

•Tempat: Kantor kelurahan.

Persyaratan:

•Membawa surat undangan yang telah dibagikan (terdapat kode barcode).

•Jika diambil sendiri, membawa KTP asli.

•Jika diwakilkan oleh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK), membawa KTP asli orang yang mewakili, fotokopi KTP orang yang diwakili, dan KK.

•Jika diwakilkan oleh pihak di luar KK, membawa KTP asli orang yang mewakili dan fotokopi KTP yang diwakili.

Penting: Harap diambil tepat waktu. Jika setelah lima hari tidak diambil tanpa keterangan, akan dilakukan penggantian penerima bantuan pangan.

Penyaluran beras ini dilakukan oleh pihak Bulog. Bagi KPM yang sudah menerima surat undangan, segera ambil bantuan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Bagi yang belum, harap bersabar karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan jadwalnya bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Bagi KPM yang masih bertanya-tanya mengapa kartu KKS-nya belum terisi atau bantuan BPNT/penebalan BPNT Rp400.000 belum cair, Anda perlu memastikan status bansos Anda di View DTKS SIKS-NG.

Anda bisa menanyakan status ini kepada:

•Operator SIKS-NG di desa Anda.

•Pendamping sosial di tempat tinggal Anda.

•Operator Supervisor (SPV) di Dinas Sosial Kabupaten/Kota.

Bagi KPM yang masih menunggu proses burokol (pembukaan rekening kolektif) selesai, harap bersabar. Prosesnya masih terus berlangsung.

Di beberapa wilayah, seperti di lokasi, akan ada sosialisasi terkait digitalisasi bansos yang kemungkinan besar berkaitan dengan peralihan penyaluran dari kantor pos ke kartu KKS.***

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eli Kustiyawati
#muhaimin iskandar #Bantuan Pangan Beras #bansos