RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana membangun flyover pada 2026 di wilayah Margonda sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan.
Titik kemacetan yang menjadi perhatian utama berada di persimpangan Juanda–Margonda hingga pintu exit Tol Margonda. Lalu seperti apa kondisi lalulintas di Jalan Margonda pada jam sibuk?
Pantauan Radar Bogor, saat jam sibuk lalu lintas seperti sore hari di ruas Jalan Margonda terpantau padat di beberapa titik.
Salah satu yang mengalami kepadatan terjadi di simpang Juanda–Margonda hingga akses keluar Tol Margonda.
Sekitar pukul 16.00 WIB, antrean kendaraan pribadi dan angkutan umum mengular dari arah simpang Juanda menuju Jalan Margonda Raya.
Kendaraan bergerak perlahan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 20 kilometer per jam dan kondisi serupa juga terlihat di jalur sebaliknya dari arah Citayam menuju Universitas Indonesia (UI) dan kepadatan terjadi di sekitar Jalan Raya Kartini.
Asyifa pengguna jalan asal Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok mengatakan, kepadatan di Jalan Margonda terjadi pada waktu-waktu tertentu, khususnya di jam sibuk Seperti pagi hari dan sore hari.
"Pagi sama sore lumayan macet, pas jam berangkat kerja juga sekolah, juga saat jam pulang kerja, juga di akhir pekan," katanya kepada Radar Bogor Jumat, 18 Juli 2025.
Senada dikatakan Yudi warga pengguna jalan asal Citayam yang menyebut kemacetan di Jalan Margonda terjadi hanya di jam sibuk saja. Kata dia, saat jam sibuk, kondisi jalan padat, tetapi kendaraan masih bisa melintas.
"Sebenarnya gak terlalu macet kalau di Margonda, masih parah di Sawangan, di sini macetnya jam tertentu saja," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merancang pembangunan flyover Margonda yang ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi setiap hari, khususnya di Simpang Juanda–Margonda dan Exit Tol Margonda.
Pembangunan jalan layang ini ditargetkan dimulai 2026 mendatang setelah melalui serangkaian studi dan persiapan teknis serta keuangan dan untuk merealisasikannya diperkirakan menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah.(faj)
Editor : Eka Rahmawati