RADAR BOGOR - Pernahkah anda mendengar metode pertanian Sawah Pokok Murah (SPM)?
Sawah Pokok Murah, merupakan sebuah inovasi pertanian yang digagas oleh Ir. Djoni, pakar pertanian asal Sumatera Barat, dinilai memiliki solusi efisiensi biaya dan keberlanjutan lahan.
Dengan prinsip sederhana namun berdampak besar, Sawah Pokok Murah menjanjikan produktivitas tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan pada alat berat dan pupuk kimia pada pertanian.
Apa Itu Sawah Pokok Murah?
SPM merupakan metode bertani padi tanpa perlu proses olah tanah yang berat seperti membajak atau mencangkul.
Tak hanya itu, metode ini juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, alat berat, hingga bahan-bahan tambahan lainnya yang selama ini dianggap wajib dalam pertanian konvensional.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @vasco_ruseimy, seorang petani asal Sumatera Barat menjelaskan langsung kepada Wakil Gubernur Sumbar bahwa metode ini sudah diterapkan selama tujuh musim tanam berturut-turut tanpa pupuk dan tanpa pembajakan.
“Nggak perlu dibajak, nggak perlu dicangkul, nggak perlu dipupuk. Ini sudah tujuh kali,” tegas petani tersebut.
Prinsip Dasar: Murah, Mudah, dan Berkelanjutan
Baca Juga: Peringati Hari Bakti Adhyaksa ke-65 Tahun 2025, Inilah Kegiatan yang Dilakukan Kejari Bogor
Konsep SPM dibangun atas dasar efisiensi biaya, efektivitas kerja petani, dan keberlanjutan lahan.
Dengan tidak lagi mengolah tanah secara intensif, struktur dan kesuburan alami tanah tetap terjaga. Mikroorganisme dalam tanah tidak terganggu, sehingga menciptakan ekosistem yang stabil bagi tanaman padi.
Selain itu, dengan minimnya penggunaan pupuk kimia, metode ini juga mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas air serta kesehatan petani.
Metode ini dinilai cocok untuk diterapkan secara luas, terutama di daerah dengan keterbatasan alat berat atau biaya produksi yang tinggi.
Jika didukung dengan riset dan pelatihan yang tepat, SPM berpotensi menjadi salah satu jawaban atas tantangan besar dunia pertanian: efisiensi produksi dan keberlanjutan lingkungan.
Keunggulan SPM:
Baca Juga: Kisah Robet Warga Gunung Putri Bogor, Anak Ojol Diterima di Fakultas Kedokteran Untirta
- Hemat biaya operasional
- Ramah lingkungan
- Mempertahankan kesuburan tanah alami
- Tidak membutuhkan alat berat
- Minim penggunaan pupuk dan pestisida
Inovasi pertanian seperti ini memiliki manfaat dan potensi besar dalam ketahanan pangan nasional Indonesia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga