RADAR BOGOR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus melakukan berbagai upaya memberantas tindak kriminalisasi di pasar. Salah satunya dengan lomba Digitalisasi Pasar.
Lomba digitalisasi pasar, disebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menjadi bagian dari sejarah transformasi pasar-pasar tradisional di Jakarta.
Lomba digitalisasi pasar yang dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hari ini, 22 Juli 2025, dimulai dari Pasar Mayestik.
Menurut Pramono Anung dalam unggahan di Instagramnya, lomba ini merupakan bagian dari bentuk transformasi transaksi di pasar Jakarta.
"Program ini dilaksanakan di 20 pasar tradisional," tulis caption akun Instagram Pramono Anung.
Wilayah Kota Madya yang ikut lomba digitalisasi pasar jaya ini nantinya akan mencakup lima wilayah Jakarta.
"Lima wilayah Kota Jakarta, Bismillah lancar," sambung caption Pramono Anung.
Pramono Anung mengatakan, jika digitalisasi berhasil dilaksanakan di pasar, keamanan pedangan akan semakin terjamin, dari pelaku kriminal.
Pramono Anung juga menyebut, jika digitalisasi yang dilakukan di pasar berjalan dengan baik, nantinya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta akan mengalami peningkatan.
"Penerimaan Jakarta akan meningkat," terang Pramono Anung.
Pramono Anung mengatakan, peran digitalisasi sangat kompleks dalam unsur pengawasan.
Pramono Anung menjelaskan, jika digitalisasi merupakan media untuk pelaksanaan sistem yang transparan.
"Tidak ada ruang abu-abu mengenai pendapatan, semuanya ruang transparan," jelas Pramono Anung.
Pramono Anung berkeyakinan, jika lomba yang dilakukan untuk pasar ini memiliki manfaat bagi para pedagang.
Pedangan nantinya, akan memiliki kemudahan dalam bertransaksi dengan pembeli sekaligus mempromosikan barang dengannya.
"Lomba digitalisasi ini saya yakin akan memberikan manfaat yang banyak terutama bagi para pedagang," beber Pramono.
Bukan hanya manfaat bagi pedagang, Pramono Anung menyebut lomba digitalisasi ini merupakan embrio terbentuknya transparansi di pasar tradisional.
Dalam unggahan di Instagramnya itu, Pramono Anung sempat bertegur sapa dengan para pedangan.
Para pedagang yang membuka gerai di kawasan Jakarta saat ini sudah mulai memanfaatkan tekhnologi digital.
Saat mendapat pertanyaan dari Pramono Anung, penggunaan digital yang dilakukan oleh pedangan menggunakan manfaat transaksi QRis.
"Kita QRIS dan cash untuk pembayaran pak," kata Ibu-Ibu pedagang cemilan di pasar.