Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Gembira Buat KPM PKH, BPNT, Atensi YAPI, dan PIP, Ada 4 Bansos Tunai dan 3 Bansos Non Tunai Cair Hari Ini, Berikut Wilayah Prioritas Penerima Ba

Ira Yulia Erfina • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:44 WIB

Penyaluran Bansos Non Tunai di Kelurahan Tegalgede
Penyaluran Bansos Non Tunai di Kelurahan Tegalgede

RADAR BOGOR - Kabar gembira datang bagi masyarakat yang selama ini terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) PKH BPNT dari pemerintah.

Beberapa bantuan tunai maupun non-tunai kini mulai disalurkan kembali. Mulai dari bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan intervensi stunting kini sudah dan sedang dalam tahap pencairan.

Tak hanya itu, informasi penting juga menyangkut wilayah mana yang diprioritaskan terlebih dahulu dalam penyaluran bansos PKH BPNT dan juga PIP, untuk periode Juli dan Agustus 2025.

Berikut adalah 4 bantuan tunai yang cair hari ini:

1. Bantuan Sosial Atensi YAPI Sudah Mulai Disalurkan ke Rekening KPM

Bantuan Atensi dari Yayasan Penyandang Disabilitas Indonesia (YAPI) merupakan salah satu bansos tunai yang mulai cair lebih dulu.

Proses pencairannya dilakukan melalui dua jalur: pertama, langsung masuk ke rekening Bank Mandiri milik penerima, dan kedua, melalui undangan fisik dari PT Pos Indonesia.

Bagi penerima yang belum menerima dana, saat ini sebagian besar masih berada dalam tahapan proses pencairan administratif, seperti status SPM dan SP2D.

Artinya, dana masih diproses dan akan menyusul dicairkan dalam waktu dekat. Diharapkan masyarakat penerima tetap bersabar dan terus memantau perkembangan informasi dari pendamping atau kanal resmi pemerintah.

2. PIP Siswa SD hingga SMA Masih Terus Cair di Bulan Juli

Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar SD, SMP, dan SMA juga menjadi salah satu bansos tunai yang masih terus disalurkan selama bulan Juli 2025.

Sejumlah siswa yang dananya sudah masuk ke rekening diharapkan segera mencairkan bantuan tersebut jika sudah memiliki kartu ATM.

Namun bagi siswa yang belum memegang kartu, maka proses aktivasi harus dilakukan melalui pengantar dari sekolah.

Prosedur pencairan pun berbeda berdasarkan jenjang pendidikan: untuk jenjang SD dan SMP dilakukan melalui Bank BRI, sedangkan jenjang SMA dan SMK melalui Bank BNI.

Proses pencairan ini sifatnya bertahap dan harus dipastikan mengikuti alur administrasi yang benar agar dana dapat diterima dengan lancar.

3. PKH Validasi by System Masih Berlangsung untuk Periode Sebelumnya

Salah satu jenis bansos yang saat ini paling dinanti adalah PKH Validasi by System.

Proses pencairan masih terus berlangsung, khususnya untuk periode April hingga Juni 2025. Pemerintah berharap proses ini bisa segera rampung, agar tidak menghambat distribusi dana untuk alokasi Juli dan Agustus yang juga mulai disiapkan.

Bagi warga yang merasa termasuk dalam kategori validasi ini, disarankan untuk segera berkomunikasi dengan pendamping PKH setempat guna mendapatkan kejelasan terkait status bantuan.

4. BPNT Validasi by System: Penambahan Penerima Baru

Tak hanya PKH, bantuan BPNT juga tengah mengalami proses validasi berbasis sistem.

Baca Juga: Bikin Kumuh, 115 Lapak PKL di Flyover Cileungsi Bogor Dibongkar

Sejumlah KPM yang datanya masuk dari DTKS kini mulai menerima bantuan BPNT secara bertahap.

Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengganti data penerima lama yang sudah tidak aktif atau tidak lagi memenuhi syarat.

Bagi yang sudah mencairkan BPNT dari hasil validasi sistem ini, besar kemungkinan akan berlanjut menerima bantuan pada alokasi bulan Juli dan Agustus.

Maka dari itu, pemeriksaan berkala status kepesertaan di aplikasi seperti SIKS-NG atau langsung ke pendamping desa sangat disarankan.

Tiga Bantuan Non-Tunai yang Masih Berlangsung

Selain bentuk bantuan uang tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako dan intervensi gizi. Tiga di antaranya berikut ini patut diketahui masyarakat luas.

1. Bantuan Beras 10 Kg Masih Disalurkan hingga Akhir Juli

 

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (BAPAN) telah menetapkan batas akhir penyaluran bantuan ini sampai 28 Juli.

Maka dari itu, warga yang belum menerima diimbau untuk segera menghubungi RT, RW, atau pihak kelurahan setempat guna memastikan jadwal distribusi di daerah masing-masing.

2. Bantuan Telur dan Daging Ayam bagi Balita Stunting

Bagi keluarga yang memiliki balita terindikasi stunting, pemerintah memberikan bantuan berupa paket protein hewani.

Paket ini berisi daging ayam segar dan telur ayam dalam jumlah tertentu, disesuaikan dengan jumlah anak yang tercatat.

Tujuan utama dari bantuan ini adalah memperbaiki asupan gizi demi menekan angka stunting di Indonesia.

Bantuan ini dijadwalkan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, dan dilakukan secara terjadwal di setiap wilayah sesuai pendataan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

3. Bantuan Intervensi Kerawanan Pangan dari Bapanas

Baca Juga: Peringati Hari Bakti Adhyaksa ke-65 Tahun 2025, Inilah Kegiatan yang Dilakukan Kejari Bogor

Bantuan terbaru yang mulai disalurkan tahun ini adalah bantuan intervensi kerawanan pangan dari Badan Pangan Nasional.

Paket bantuan ini sudah mulai didistribusikan oleh PT Pos Indonesia di beberapa kabupaten, termasuk Cilacap.

Isinya terdiri dari bahan makanan pokok seperti kornet sapi, sarden ikan, garam beryodium, minyak goreng, bihun jagung, hingga kacang hijau.

Semua dikemas dalam satu paket bantuan dan ditujukan bagi keluarga rentan yang datanya telah divalidasi oleh instansi terkait.

Prioritas Wilayah Pencairan PKH dan BPNT Juli-Agustus 2025

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menetapkan bahwa pencairan PKH dan BPNT untuk periode Juli dan Agustus akan dilakukan secara bertahap berdasarkan zonasi wilayah.

Penetapan ini bertujuan mempercepat penyaluran dan menghindari tumpang tindih data di lapangan. Berikut adalah urutan pencairannya:

Wilayah seperti Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, Utara, Bali, NTB, NTT, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten jadi yang pertama menerima

Selanjutnya adalah Wilayah 1, yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Jawa Barat.

Terakhir, pencairan akan dilakukan di Wilayah 3, yang terdiri atas Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

KPM diharapkan untuk terus memantau status bansos melalui aplikasi seperti Cek Bansos Kemensos atau mendatangi kantor desa atau kelurahan jika belum mendapatkan informasi.

Dengan adanya sistem pencairan terstruktur ini, pemerintah berharap semua bantuan bisa diterima secara merata dan tepat sasaran.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #kpm #bansos #pkh