RADAR BOGOR - Ada kejadian menarik yang belakangan ini dialami sebagian warga, mengenai bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT.
Mereka yang selama ini tidak pernah terdaftar sebagai penerima bansos reguler seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), tiba-tiba mendapatkan bantuan berupa beras Bulog sebanyak 20 kilogram.
Muncul pertanyaan, bagaimana bisa seseorang yang tak tercatat dalam daftar penerima bansos PKH BPNT justru menerima bansos beras yang notabene juga diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)?
Jawabannya, mungkin saja terkait proses yang kini berjalan secara sistematis melalui mekanisme verifikasi dan validasi data berbasis sistem, atau dikenal dengan istilah Validasi by Sistem yang dilakukan oleh pihak POS Indonesia, yang belakangan disebut dengan tahapan proses BUREKOL.
Masyarakat yang tidak memiliki rekening bantuan sosial sebelumnya, tetapi teridentifikasi sebagai warga miskin atau rentan miskin melalui data kependudukan dan sosial ekonomi, bisa saja dimasukkan secara otomatis oleh sistem ke dalam daftar penerima bantuan.
Maka jika Anda atau anggota keluarga tiba-tiba menerima bantuan beras 20 kg dari Bulog, padahal selama ini tidak tercatat sebagai penerima PKH atau BPNT, jangan buru-buru bingung atau merasa keliru.
Bisa jadi Anda adalah salah satu dari warga yang telah masuk dalam proses validasi by sistem melalui POS dan sedang menunggu tindak lanjut berupa pencairan bantuan sosial non-tunai lainnya, seperti bansos BPNT.
Ini juga menjadi indikasi bahwa status Anda tengah dipertimbangkan untuk menerima program perlindungan sosial lanjutan, yang biasanya ditentukan oleh hasil sinkronisasi data antara DTSN, Dukcapil, dan sistem evaluasi otomatis oleh lembaga penyalur.
Namun perlu dicatat, bantuan beras ini belum tentu menjadi jaminan bahwa Anda otomatis menjadi KPM tetap atau akan menerima bantuan uang tunai ke depannya.
Semua tetap bergantung pada kelengkapan data, proses BUREKOL yang tuntas, dan verifikasi manual di lapangan jika diperlukan.
Oleh sebab itu, disarankan untuk tetap menunggu informasi resmi dari kelurahan, petugas POS, atau pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Jika memang namamu sudah terdata dalam sistem, maka proses lanjutan akan segera menyusul tanpa perlu melakukan pendaftaran ulang.
Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa sistem bansos di Indonesia kini mulai bergerak lebih inklusif.
Banyak warga yang sebelumnya luput dari perhatian negara, kini mulai disentuh melalui pendataan digital dan pemanfaatan teknologi dalam distribusi bansos.
Maka bagi yang menerima bantuan beras secara tiba-tiba, jangan heran, bisa jadi inilah awal dari masuknya Anda dalam daftar penerima bansos resmi lewat validasi sistem yang tengah berlangsung.