Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dilarang Bermain Layang-Layang di Dekat Jalur Kereta Cepat Whoosh Karena Punya Risiko Tinggi, Ini Penjelasannya

Gabriel Anderson Nainggolan • Kamis, 24 Juli 2025 | 08:45 WIB
Kasus layang-layang tersangkut di atas rel Kereta Cepat Whoosh menjadi penghambat yang harus dihentikan melalui imbauan
Kasus layang-layang tersangkut di atas rel Kereta Cepat Whoosh menjadi penghambat yang harus dihentikan melalui imbauan

RADAR BOGOR – Di langit Bandung yang cerah, layang-layang kerap terlihat menari bebas, simbol masa kecil yang riang.

Namun, bagi operator Kereta Cepat Whoosh yang melaju hingga 350 km per jam, layang-layang justru bisa berubah menjadi ancaman serius.

Bukan main-main, dari Januari hingga Juli 2025, sebanyak 167 insiden gangguan akibat layang-layang tercatat mengganggu operasional kereta tercepat di Asia Tenggara ini.

Dilansir dari akun resmi Instagram @keretacepat_id, wilayah dengan jumlah gangguan tertinggi adalah Kabupaten Bandung Barat (53 kasus), diikuti Kota Bandung (35 kasus), Cimahi (23 kasus), serta beberapa titik lain di Bekasi, Jakarta Timur, dan Purwakarta. Data-data tersebut menjadi indikator banyaknya insiden yang terjadi di Whoosh railway area.

Yang membuat miris, sebagian besar kasus disebabkan oleh anak-anak yang tanpa sadar menerbangkan layangan terlalu dekat dengan jalur rel.

Walau tampaknya sepele, tali layangan yang mengenai kabel listrik atas atau jatuh ke jalur rel dapat menimbulkan korsleting atau menghentikan kereta secara mendadak.

Dalam kondisi kecepatan tinggi, gangguan kecil yang terjadi dalam hitungan detik dapat berujung pada keterlambatan parah dan membahayakan penumpang di dalam kereta.

Pihak Whoosh sendiri kini tidak tinggal diam. Peringatan terus disampaikan lewat berbagai saluran, mulai dari media sosial, video edukasi keselamatan, hingga pemasangan tanda larangan di area yang dianggap berbahaya.

Mereka menekankan bahwa bermain layang-layang bisa menyebabkan terganggunya sistem transportasi publik canggih yang hadir untuk masa depan, sehingga tindakan ceroboh seperti itu bukan tanpa konsekuensi jika dilakukan di atas rel kereta cepat.

Warga, khususnya para orang tua, didorong untuk meningkatkan kewaspadaan. Penyuluhan kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di sekitar rel kini menjadi perhatian yang tak bisa diabaikan.

Bukan hanya melindungi sistem transportasi negara, tetapi juga menjaga keselamatan anak itu sendiri.

Hal yang terlihat sepele di awal bisa berujung pada konsekuensi yang serius. Bermain layang-layang memang menyenangkan, tapi bukan asal sembrono—apalagi di area jalur kereta Whoosh.

Itulah mengapa penting mengajarkan anak-anak agar bermain di area yang aman, sekaligus membantu kelancaran operasional Whoosh demi terciptanya sistem transportasi yang lebih cepat dan aman bagi semua.***

Editor : Eli Kustiyawati
#gangguan #Kereta Cepat Whoosh #bandung #layang-layang