RADAR BOGOR – Pemerintah kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) pada pertengahan tahun ini.
Namun, hingga tanggal 24 Juli 2025, bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 3 untuk alokasi Juli, Agustus, dan September masih belum cair ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran ini dikonfirmasi masih dalam proses sesuai jadwal reguler dari Kementerian Sosial.
Menurut informasi, proses penyaluran bantuan tahap 3 umumnya dilakukan pada bulan terakhir dari periode alokasi, yaitu September.
Berdasarkan pola sebelumnya, pencairan sangat jarang dilakukan pada bulan pertama periode. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersabar dan terus memantau informasi resmi.
Saat ini, Kemensos masih fokus menyelesaikan penyaluran tahap 2 (April–Juni), termasuk untuk KPM yang bermigrasi dari pos ke kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).
Proses administratif seperti pembukaan rekening kolektif (burekol), verifikasi data, hingga penerbitan SP2D dan SI masih berlangsung di berbagai daerah.
Misalnya, di Kabupaten Banyuwangi, status bansos PKH dan BPNT masih dalam tahap proses burekol, sehingga belum bisa dicairkan.
Sementara itu, beberapa wilayah lainnya sudah mulai memasuki proses lanjutan, seperti verifikasi rekening, penerbitan SPM, hingga SI.
Namun, banyak KPM yang belum menerima buku tabungan dan kartu KKS karena distribusi dari pihak bank belum dilakukan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, KPM diminta bersabar dan menunggu distribusi resmi dari bank penyalur.
Tak hanya itu, KPM juga diingatkan untuk mengecek status kesejahteraan keluarga mereka yang kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam sistem ini, terdapat pengelompokan berdasarkan “desil” dari 1 hingga 10.
Hanya KPM dengan desil 1 hingga 5 yang berhak menerima bantuan sosial, dengan prioritas utama pada desil 1 dan 2.
KPM yang merasa bahwa desil-nya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi riil keluarga dapat mengajukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos.
Permohonan ini akan diverifikasi oleh pendamping sosial dan perangkat desa melalui survei ulang untuk memastikan akurasi klasifikasi.
Di hari yang sama, bantuan sosial lain terpantau sudah cair di beberapa daerah.
Bantuan tersebut antara lain bantuan pangan beras 20 kg (dua karung masing-masing 10 kg), bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, dan SMA, serta BLT Dana Desa.
Bantuan permakanan untuk lansia dan disabilitas juga terus berjalan setiap hari.
Pemerintah mengimbau KPM untuk aktif memantau informasi bantuan melalui kanal resmi dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat diverifikasi.
Diharapkan penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan di Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati