RADAR BOGOR – Memasuki pekan terakhir bulan Juli 2025, masih banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertanya-tanya mengenai nasib bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ketiga.
Pasalnya, hingga saat ini, data pencairan untuk periode Juli–September 2025 masih belum muncul di sistem DTSEN milik pendamping sosial.
Sumber informasi terpercaya dari kanal Diary Bansos menyebutkan bahwa status penyaluran tahap 3 memang belum tertera dalam sistem DTC (Dashboard Tracking Centre) pada tanggal 24 Juli.
Hal ini berarti proses verifikasi dan administrasi seperti pengecekan rekening, penerbitan SPM, SP2D, dan SI belum bisa berjalan.
Kementerian Sosial saat ini dikabarkan masih menyelesaikan pencairan tahap 2 untuk alokasi April, Mei, dan Juni yang mengalami keterlambatan, khususnya untuk KPM yang beralih dari penyaluran pos ke kartu KKS.
Di beberapa wilayah seperti Banyuwangi, proses burekol (pembukaan rekening kolektif) masih berjalan, sehingga pencairan belum bisa dilakukan.
Kendala teknis lainnya juga ditemukan, seperti belum didistribusikannya kartu KKS atau buku tabungan kepada KPM, meskipun status pencairan di sistem sudah lebih maju.
Akibatnya, bantuan yang seharusnya bisa dicairkan secara tunai belum bisa diambil karena belum adanya alat transaksi (kartu).
Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk mengecek golongan desil mereka di aplikasi Cek Bansos, karena desil menjadi penentu kelayakan penerimaan bantuan.
Dalam sistem DTSEN, keluarga diklasifikasikan dalam 10 desil, dan hanya desil 1 sampai 5 yang berhak menerima bantuan sosial, dengan fokus utama pada desil 1 dan 2.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi riil ekonomi keluarga dengan desil yang tertera (misalnya berada di desil 6–10 namun hidup miskin), maka KPM dapat mengajukan permohonan pembaruan data melalui menu profil di aplikasi.
Setelah mengisi permohonan, proses verifikasi ulang akan dilakukan oleh pendamping sosial dan pihak desa melalui survei rumah tangga.
Tak kalah penting, hari ini juga beberapa daerah melaporkan telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kg.
Kabupaten Ciamis, misalnya, tercatat menyalurkan bantuan sejak pagi hingga siang.
Selain itu, bantuan PIP dan BLT Dana Desa juga terus disalurkan di wilayah yang telah dijadwalkan.
Pemerintah terus mengimbau agar masyarakat tidak panik dan selalu mengecek informasi terbaru melalui aplikasi resmi maupun pendamping sosial di desa.
Meski bantuan belum cair di awal periode, masyarakat diminta tetap tenang karena skema penyaluran sering kali dilakukan di bulan terakhir dari periode alokasi.
Dengan sistem DTSEN yang semakin terintegrasi, diharapkan bantuan sosial ke depan bisa lebih tepat sasaran dan adil bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati