RADAR BOGOR – Jumat Berkah hari ini, kabar bahagia datang langsung dari pusat untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Hari ini, ribuan KPM di berbagai daerah mulai menerima bantuan tambahan dengan total mencapai Rp1.800.000.
Tambahan tersebut berasal dari gabungan beberapa program bantuan sosial. Beberapa jenis bantuan sosial tersebut dijelaskan sebagai berikut:
PIP Cair dengan Total Bantuan Mencapai Rp1,8 Juta per KPM
Program Indonesia Pintar (PIP) kini kembali cair dan bersamaan dengan jadwal pencairan bansos reguler PKH dan BPNT.
Banyak KPM yang memiliki komponen anak usia sekolah mendapatkan pencairan dengan nominal Rp1,8 juta.
Dana tersebut umumnya dicairkan melalui rekening SimPel (Simpanan Pelajar) di bank-bank penyalur seperti BRI, BNI, atau BSI.
Penerima PIP mayoritas adalah anak-anak dari keluarga PKH dan BPNT yang masih tercatat aktif dalam data pendidikan dan masuk dalam basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Target Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (DTSEN).
Tambahan Bansos Validasi Sistem: PKH Murni dan BPNT Murni Bisa Dapat hingga Rp750 Ribu
Selain bantuan pendidikan, KPM PKH dan BPNT juga mendapatkan tambahan bansos berupa bansos validasi by sistem yang jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp225.000 hingga Rp750.000 per KPM.
Bansos ini menyasar KPM yang sebelumnya hanya menerima salah satu jenis bantuan, tetapi karena hasil validasi sistem menunjukkan adanya kelayakan ganda (contohnya ada komponen PKH dalam Kartu Keluarga), maka tambahan bantuan diberikan secara otomatis.
Warga yang sebelumnya hanya tercatat sebagai penerima BPNT murni, namun memiliki anggota keluarga dengan komponen PKH seperti balita, ibu hamil, atau lansia, kini bisa mendapatkan bansos PKH juga.
Bansos Penebalan Rp400.000 Juga Telah Disalurkan, Beberapa KPM Terima hingga Rp1,2 Juta
Bansos penebalan Rp400.000 mulai cair pada beberapa KPM. Bansos ini bersifat tambahan dari program reguler dan ditujukan untuk KPM yang terdampak ekonomi serta telah masuk dalam pemeringkatan desil 1 hingga 5.
Ditemukan bahwa beberapa KPM menerima bantuan gabungan PKH, BPNT, PIP, dan bansos penebalan, sehingga total dana yang masuk ke rekening KPM bisa mencapai Rp1,2 juta bahkan lebih.
KPM PKH Murni Juga Bisa Terima Tambahan Rp500 Ribu
Penerima PKH murni pun bisa mendapatkan tambahan bantuan. Beberapa dari mereka menerima dana sebesar Rp500.000 sebagai bagian dari penebalan atau validasi ulang sistem.
Tambahan ini menunjukkan bahwa meskipun sebelumnya hanya menerima komponen PKH saja, sistem kini mulai mengenali kelayakan bantuan tambahan melalui pembacaan ulang data by NIK dan Kartu Keluarga.
Ini penting agar tidak ada KPM yang tertinggal dari hak bantuannya, terlebih di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
PKH Tahap 3 Mulai Cair, Fokus pada KPM Desil 1–5
Saat ini juga sedang berlangsung pencairan bantuan PKH tahap ketiga, yang menjadi agenda rutin dalam skema bantuan sosial 2025.
PKH tahap 3 ini biasanya disalurkan untuk periode Juli–September dan dalam praktiknya cair di minggu terakhir Juli hingga pertengahan September.
Penyaluran difokuskan kepada KPM yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5.
Cek dan Perbaiki Status Desil Anda jika Belum Tepat
Dengan semakin ketatnya validasi data dan kebijakan bantuan yang berbasis desil, warga yang merasa seharusnya layak tetapi belum menerima bantuan disarankan untuk memeriksa status desil masing-masing melalui aplikasi Cek Bansos dari Kemensos.
Lakukan usul dan sanggah jika ada kesalahan data seperti pendapatan, jumlah anggota keluarga, atau kepemilikan aset. Bisa juga mengajukan melalui kelurahan atau perangkat desa.
Jangan Lengah, Pantau Rekening dan Cek Informasi Resmi
KPM PKH dan BPNT diimbau agar aktif memantau rekening masing-masing, baik melalui ATM, BRILink, maupun datang ke bank secara langsung.
Momentum Jumat Berkah kali ini menjadi berkah nyata bagi ribuan keluarga penerima bantuan yang kini mendapat tambahan dana untuk kebutuhan mendesak, pendidikan, hingga pemulihan ekonomi rumah tangga.***
Editor : Eli Kustiyawati