RADAR BOGOR - Kabar baik datang dari penyaluran bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) susulan dan program penebalan sembako senilai Rp400.000.
Bansos BPNT merupakan bagian dari tahap kedua (bukan tahap ketiga), terus disalurkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada KPM yang sebelumnya belum menerima.
Pencairan bansos BPNT ini sudah mulai merata melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Pada 25 Juli 2025, banyak KPM melaporkan adanya saldo masuk hingga Rp1 juta di KKS Bank BNI mereka.
Contohnya, KPM dari Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Simpenan, Desa Cihaur, melaporkan bahwa kartu KKS mereka yang sebelumnya kosong, kini sudah terisi dengan dana BPNT dan penebalan.
Penyaluran ini dilakukan secara bertahap. Artinya, waktu pencairan bisa berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Bagi KPM yang belum menerima, disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Semoga bank-bank penyalur lain juga segera menyusul untuk mencairkan BPNT susulan, PKH susulan, dan penebalan ini.
Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menginformasikan bahwa survei Ground Check Tahap II akan segera dimulai. Survei ini memiliki tiga target sasaran utama:
- KPM yang Belum Pernah Disurvei: KPM yang belum pernah mendapatkan survei pada tahap sebelumnya akan menjadi prioritas.
- Masyarakat yang Belum Pernah Menerima Bansos: Nama-nama yang muncul di aplikasi Sisma namun belum pernah mendapatkan bantuan sosial sama sekali dari pemerintah akan disurvei. Jika mereka tergolong dalam desil kesejahteraan 1 dan 2, mereka akan direkomendasikan untuk menerima bansos.
- Pembaharuan Desil Kesejahteraan: Bagi KPM yang sebelumnya telah mengajukan request pembaruan data desil di aplikasi Cek Bansos dan namanya sudah muncul di aplikasi Sisma, akan disurvei untuk memperbarui data desil kesejahteraan.
Ini penting jika kondisi ekonomi KPM sudah tidak sesuai dengan data sebelumnya.
Jika Anda mencari "cek bansos" di Google dan menemukan tautan yang setelah diisi data kemudian meminta Anda untuk login Facebook atau meminta data pribadi lainnya, JANGAN PERNAH DILANJUTKAN!
Setelah ditelusuri, halaman website tersebut bukan berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Ini adalah indikasi kuat adanya upaya penipuan.
Kementerian Sosial tidak pernah meminta akses login atau data pribadi KPM melalui cara seperti itu.
Perlu diketahui, saat ini website resmi Cek Bansos di Google sedang dalam tahap maintenance atau perbaikan sistem oleh Pusdatin. Oleh karena itu, munculnya website palsu ini sangat berbahaya.
Untuk melakukan pengecekan bansos yang aman dan resmi, kami sangat menyarankan Anda untuk TIDAK menggunakan hasil pencarian Google terlebih dahulu.
Silakan gunakan link resmi yang selalu kami sematkan di deskripsi video atau informasi resmi lainnya dari Kementerian Sosial.
Ini adalah langkah pencegahan agar data pribadi bansos Anda tidak disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga