Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Daftar Penyakit dengan Biaya Tertinggi Apa Saja? BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp37 Triliun untuk Tangani Penyakit Mematikan

Khairunnisa RB • Minggu, 27 Juli 2025 | 12:03 WIB
Ilustrasi rumah sakit. BPJS Kesehatan melayani pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Ilustrasi rumah sakit. BPJS Kesehatan melayani pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

RADAR BOGOR - Di balik data kesuksesan administrasi dan keuangan BPJS Kesehatan, tersimpan kenyataan bahwa ancaman penyakit katastropik masih membayangi jutaan penduduk Indonesia.

Dalam laporan tahunannya yang dikutip dari Instagram @bpjskesehatan_ri, BPJS Kesehatan mengungkap sepanjang tahun 2024, 33 juta kasus penyakit katastropik telah ditangani, dengan total pembiayaan mencapai Rp37,2 triliun.

Penyakit katastropik adalah penyakit berbiaya tinggi dan berdampak besar pada kualitas hidup pasien, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal.

Dari seluruh pembiayaan ini, penyakit jantung menyedot porsi terbesar, yakni Rp19,3 triliun untuk menangani 22,5 juta kasus.

Diikuti oleh kanker (Rp6,4 triliun), stroke (Rp5,8 triliun), dan gagal ginjal (Rp2,7 triliun).

Baca Juga: BPJS Kesehatan Catat Capaian 278 Juta Peserta JKN, Rp165 Triliun Iuran hingga 673 Juta Layanan di 2024

Situasi ini mengingatkan publik bahwa meskipun sistem JKN semakin solid, pencegahan penyakit melalui gaya hidup sehat harus menjadi prioritas nasional.

Kesehatan tidak hanya soal akses rumah sakit, tetapi juga tanggung jawab individu dan kebijakan negara dalam edukasi preventif.

Namun, dengan dana triliunan yang dikucurkan demi menyelamatkan nyawa rakyat, publik patut mengapresiasi keberadaan BPJS Kesehatan.

Sistem ini menjadi penyelamat banyak keluarga dari kebangkrutan akibat biaya pengobatan.

BPJS Kesehatan juga memperluas jangkauan layanan melalui 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.162 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Baca Juga: Cara Mudah Daftar BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Migran Indonesia Biar Aman di Luar Negeri, Calon TKI Wajib Tahu

Tak hanya itu, sebanyak 1.043.053 kanal pembayaran aktif tersebar di seluruh Indonesia, menjamin kemudahan peserta dalam membayar iuran.

Dalam hal akuntabilitas, laporan keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) kembali mendapat predikat 'Wajar Tanpa Modifikasian' dari auditor independen.

Mendapat predikat tertinggi selama 33 kali berturut-turut sejak era Askes dan 11 kali sejak transformasi menjadi BPJS.

Terlebih, BPJS Kesehatan juga mencatat Indeks Capaian Kinerja sebesar 113,53, dari target 100, masuk kategori 'Sangat Baik'.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih Buah, Kemenkes Ingatkan Beda Kebutuhan Gizi Gen Alpha dan Baby Boomer, Harus Sesuai Usia

Ini mencerminkan pencapaian optimal dalam semua aspek, termasuk kepesertaan, pelayanan, keuangan, dan organisasi.

Angka-angka fantastis ini menjadi bukti bahwa transformasi digital, penguatan tata kelola, dan inovasi layanan telah menempatkan BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang krusial dalam sistem ketahanan kesehatan nasional.

Di tengah tekanan ekonomi global, keberadaan sistem JKN dengan jangkauan masif dan pengelolaan profesional adalah bentuk nyata perlindungan negara terhadap hak dasar warganya yakni kesehatan.

Editor : Eka Rahmawati
#tertinggi #biaya #bpjs kesehatan #penyakit