RADAR BOGOR - Anggapan bahwa skor IQ rendah menjadi penghalang kesuksesan seseorang, lalu benarkah? Simak cara meningkatkan iq dan fungsi kognitif dengan asah otak berikut ini.
Dilansir dari video edukatif Channel Youtube Ferry Irwandi menyoroti Indeks Kecerdasan (IQ)sejatinya hanyalah potensi awal.
Kunci utama untuk mencapai tujuan besar dan meningkatkan kapabilitas kognitif terletak pada bagaimana seseorang mengoptimalkan fungsi otaknya secara berkelanjutan.
Video tersebut memaparkan sejumlah metode berbasis ilmiah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kecerdasan dan kinerja otak.
Salah satu kiat yang ditekankan adalah melalui aktivitas bermain permainan.
Permainan seperti catur, misalnya, terbukti melatih pemikiran strategis, kemampuan antisipasi, dan pemahaman teori permainan.
Sebuah studi jurnal "The The Science Behind How Chess Improves Brain Function" menemukan bahwa catur dapat meningkatkan kemampuan otak untuk menghasilkan dan mengevaluasi solusi untuk masalah kompleks, bahkan yang tidak berhubungan dengan catur. Ini juga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kreatif.
Demikian pula, game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) jika dimainkan dengan fokus pada pemecahan masalah dan kreativitas, dapat mengasah waktu respons dan strategi.
Para peneliti di University of York menemukan korelasi antara kemampuan anak muda untuk berkinerja baik dalam dua video game populer (termasuk MOBA seperti DOTA2 dan League of Legends) dan tingkat kecerdasan yang tinggi.
Mereka menyatakan bahwa game ini kompleks, interaktif secara sosial, dan menuntut secara intelektual, mirip dengan game strategi tradisional seperti catur.
Bahkan, game strategi waktu nyata (RTS) seperti Age of Empires atau Civilization juga berkontribusi positif pada perkembangan otak.
Selain itu, teknik pengelompokan informasi (chunking) direkomendasikan untuk meningkatkan memori dan retensi.
Metode ini melibatkan pengorganisasian data ke dalam blok-blok yang lebih kecil dan mudah dikelola, mirip dengan cara kita menghafal nomor telepon atau mengkategorikan subjek kompleks.
Pembelajaran alat musik juga menjadi salah satu cara efektif untuk merangsang otak.
Memainkan instrumen seperti gitar, harmonika, piano, atau drum secara komprehensif melibatkan berbagai area otak, membangun keterampilan motorik, pemrosesan pendengaran, dan sinergi kognitif.
Aspek sosial juga berperan penting, bergaul dengan individu yang cerdas dan berpengetahuan luas dapat membuka perspektif baru dan menantang keyakinan yang ada, sehingga mendorong pertumbuhan intelektual.
Terakhir, mempelajari keyakinan yang diragukan atau bertentangan dengan pandangan pribadi dapat membantu mengatasi bias kognitif, memperkuat argumen, dan memperluas pemahaman tentang berbagai perspektif.
Secara keseluruhan, praktik-praktik yang didukung secara ilmiah ini diklaim dapat secara signifikan meningkatkan fungsi kognitif, menghasilkan respons yang lebih cepat dan akurat, integrasi sosial yang lebih baik, dan pada akhirnya, berpotensi meningkatkan skor IQ seseorang. ***