RADAR BOGOR – Bantuan Subsidi Upah (BSU) terus disalurkan oleh pemerintah, terutama bagi peserta yang menerima dana melalui PT Pos Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, meninjau secara langsung proses penyaluran BSU yang berlangsung di Makassar.
Ketika memberikan secara langsung dana BSU tersebut, Yassierli mengatakan agar bantuan digunakan secara bijak dan tidak dipakai untuk hal-hal yang tidak diperbolehkan.
“Semoga bermanfaat, digunakan untuk yang sebaik-baiknya,” kata Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Selain itu, dalam sambutannya, sang menteri juga menyampaikan bahwa BSU ini adalah program dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli buruh/pekerja yang berpenghasilan rendah.
Hadirnya program bantuan subsidi upah ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk saat ini dan ke depannya.
“Kita berharap bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ungkap Yassierli di hadapan para peserta.
Yassierli juga mengungkapkan, penyaluran BSU pada tahun 2025 diberikan dua bulan sekaligus, yaitu untuk periode Juni dan Juli, dengan nominal mencapai Rp600 ribu.
Bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada peserta, baik melalui bank yang telah ditentukan oleh pemerintah maupun PT Pos Indonesia.
Hadirnya program bantuan ini juga disambut baik oleh masyarakat di Tanah Air. Mereka bisa menggunakan BSU untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka juga menyampaikan harapan kepada pemerintah, semoga dana BSU ini bisa ada setiap tahunnya.
“Hasil dari uang BSU ini saya pakai buat kebutuhan sehari-hari. Harapan semoga setiap tahun ada,” ucap Rianilova, seorang pekerja swasta.
Peserta lain yang merupakan seorang petugas kebersihan juga menyampaikan harapannya. Kali ini, ia berharap agar penyaluran bantuan subsidi upah ini bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun.
“Semoga BSU bisa ditingkatkan lagi, kalau bisa sih dua kali setahun,” ujar Kansar.***
Editor : Eli Kustiyawati