Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pembangunan Tol Ditargetkan Tuntas 2026, Ini Jadi Penghubung Utama Segitiga Emas Jogja Solo dan Semarang

Ira Yulia Erfina • Selasa, 29 Juli 2025 | 21:58 WIB

Pembangunan Tol Joglosemar untuk menghubungkan Jogja, Solo dan Semarang ditargetkan tuntas 2026
Pembangunan Tol Joglosemar untuk menghubungkan Jogja, Solo dan Semarang ditargetkan tuntas 2026

RADAR BOGOR - Pembangunan jalan tol penghubung Jogja, Solo, Semarang terus dipacu demi mempercepat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Proyek strategis nasional yang menjadi penghubungJogja, Solo, Semarang ini ditargetkan dapat digunakan sepenuhnya, mulai tahun 2026, menyusul progres signifikan pada berbagai segmen pembangunan yang kini tengah berlangsung.

Sejak dimulai pada November 2020, tol penghubungJogja, Solo, Semarang ini telah memasuki tahap konstruksi lanjutan, dengan satu segmen yaitu Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 kilometer telah resmi beroperasi tanpa tarif sejak 2 Juli 2025.

Total panjang jalan tol Jogja Solo dirancang mencapai 96,57 kilometer, yang terbagi dalam tiga bagian utama.

Pembangunan di bagian awal, tol ini disebut akan menghubungan Solo dengan Purwomartani, melalui Klaten. Panjang jalan ini sekitar 42,3 kilometer.

Bagian kedua membentang dari Purwomartani menuju kawasan Monjali dan Sleman sejauh kurang lebih 16 kilometer.

Sementara itu, bagian ketiga menghubungkan Gamping hingga wilayah Kulon Progo dengan estimasi panjang sekitar 38,57 kilometer.

Seluruh jalur ini nantinya akan membentuk satu kesatuan infrastruktur transportasi strategis yang menghubungkan kawasan penting di Jawa Tengah dan DIY.

Tol ini tidak hanya akan menghubungkan dua kota besar di Jawa Tengah dan DIY, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk jaringan konektivitas yang dikenal sebagai Segitiga Emas Joglosemar, yakni Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Salah satu titik yang kini menjadi fokus adalah segmen Prambanan–Purwomartani.

Merujuk pada pembaruan data terbaru, progres pembebasan lahan untuk proyek ini telah mendekati rampung dengan capaian 99,5 persen.

Sementara itu, pelaksanaan konstruksinya juga menunjukkan perkembangan signifikan dan kini telah mencapai sekitar 78,9 persen.

Jika tidak ada kendala besar, segmen ini akan mulai beroperasi pada 2026, setidaknya hingga ke Gerbang Tol Kalasan.

Kawasan yang dilintasi oleh tol ini mencakup beberapa titik strategis seperti Purwomartani, Kartasura, Monjali, Gamping, Kulon Progo, hingga Klaten.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, keberadaan jalan tol ini juga diyakini akan mempercepat distribusi logistik, memicu pertumbuhan kawasan industri, serta mendongkrak sektor pariwisata di DIY dan Jawa Tengah.

Dengan terhubungnya tol Yogyakarta-Solo ke jaringan jalan tol lain seperti Yogyakarta-Bawen dan Semarang-Solo, dampak ekonomi yang tercipta diproyeksikan akan sangat signifikan bagi wilayah Joglosemar.

Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai, dengan terkoneksinya tiga pusat pertumbuhan ekonomi utama di Jawa Tengah dan DIY, akan tercipta ekosistem pembangunan yang saling memperkuat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#solo #semarang #joglosemar #jogja