Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cara Mengaktifkan Kembali Kartu KKS yang Tidak Terisi Saldo Bansos, KPM Wajib Tahu Info Lengkapnya di Sini

Mutia Tresna Syabania • Rabu, 30 Juli 2025 | 15:56 WIB
Ilustrasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Ilustrasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
 
RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat atau KPM bansos penting mengetahui cara mengaktifkan kembali Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sudah lama tidak terisi saldo atau bahkan yang baru saja berhenti menerima. 
 
Hal ini sering terjadi karena pemerintah kini menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bansos.
 
DTSEN ini secara otomatis dapat mendeteksi status ekonomi seseorang. Jika KPM bansos teridentifikasi menjadi individu yang sudah mampu secara ekonomi, lalu memiliki aset yang cukup banyak, bahkan memiliki penghasilan di atas UMP/UMK, maka secara otomatis saldo bansos pada Kartu KKS-nya tidak lagi terisi.
 
Kalau mengalami kondisi ini, jangan khawatir berikut langkah-langkah yang bisa coba untuk mengajukan pembaruan data dan berpotensi kembali menerima bansos.
 
Sebelum membahas langkah-langkahnya, penting untuk memahami konsep desil dalam DTSEN. 
 
 
Desil merupakan sistem peringkat yang digunakan pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima bansos, semakin rendah desil Anda, semakin diprioritaskan untuk menerima bantuan.
 
Desil 1-4: Ini adalah prioritas utama. KPM yang berada di desil ini memiliki peluang terbesar untuk mendapatkan berbagai jenis bansos.
 
Desil 5: KPM di desil ini masih berpeluang menerima bansos, namun tidak menjadi prioritas utama. KPM di desil 1-4 akan didahulukan.
 
Desil 6 ke atas: KPM di desil ini dianggap sudah mampu secara ekonomi dan kemungkinan besar tidak akan menerima bansos.
 
Apabila Kartu KKS Anda tidak terisi saldo, itu artinya kepesertaan Anda dalam program bansos tidak lagi aktif. Kartu KKS hanyalah media penyalur; yang menentukan adalah status kepesertaan Anda di DTSEN.
 
 
Cek status desil dan mengajukan pembaruan data melalui aplikasi resmi.
 
Unduh Aplikasi Cek Bansos:
 
Unduh aplikasi "Cek Bansos" melalui Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iOS).
 
Buat dan Aktivasi Akun:
 
Setelah mengunduh, buat akun dan lakukan proses aktivasi.
 
Cek Peringkat Kesejahteraan Keluarga (Desil):
 
Setelah berhasil masuk ke akun Anda, buka menu "Profil".
 
Di sana, Anda akan menemukan informasi mengenai "Peringkat Kesejahteraan Keluarga" atau desil Anda.
 
Jika angkanya menunjukkan desil 5, 6, 7, 8, 9, atau 10, kemungkinan besar itulah penyebab saldo bansos Anda tidak terisi.
 
 
Ajukan Permintaan Pembaruan Data:
 
Jika desil Anda tinggi dan Anda merasa kondisi ekonomi Anda tidak sesuai dengan data tersebut, pilih opsi "Request Pembaruan Data".
 
Data Anda akan dikirim kembali ke pusat sebagai pengajuan. Ini akan masuk ke data BNBA (By Name By Address) di aplikasi SIKS-NG mobile para pendamping sosial.
 
Proses Survei dan Verifikasi Ulang
Setelah Anda mengajukan permintaan pembaruan data, berikut proses selanjutnya:
 
Survei Lapangan: Petugas survei (atau pendamping sosial) akan mendatangi rumah Anda untuk melakukan survei kembali. Mereka akan memverifikasi kondisi ekonomi Anda secara langsung.
 
Pengolahan Data di Pusat: Hasil survei akan dikirim ke pusat, dan sistem DTSEN akan kembali mengelola data Anda. Sistem ini akan menentukan apakah desil Anda bisa diturunkan atau tetap tinggi.
 
 
Transparansi DTSEN: Perlu diingat, sistem DTSEN sangat canggih dan transparan. NIK (Nomor Induk Kependudukan) Anda akan otomatis terhubung dengan berbagai sumber data lain.
 
Jika Anda memiliki aset seperti mobil, lahan, sawah, rumah bagus, sertifikat tanah atas nama sendiri, atau riwayat pinjaman (bank, online, bahkan judi online), semua ini dapat terdeteksi secara otomatis.
 
Jika data-data ini menunjukkan Anda mampu, desil Anda kemungkinan besar akan tetap tinggi, meskipun Anda mengajukan pembaruan.
 
Namun, jika Anda memang tidak memiliki aset atau harta seperti yang disebutkan di atas, dan hasil survei mendukung kondisi Anda, maka Anda berkesempatan kembali menerima bansos, dan Kartu KKS akan terisi saldo lagi.
 
Selain melalui aplikasi Cek Bansos, Anda juga bisa mengajukan diri melalui operator SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan setempat. Mintalah agar data Anda diperbarui atau disurvei kembali.
 
Mengenai berapa lama proses ini berlangsung, tidak ada waktu pasti. Ada yang cepat, ada juga yang lama. 
 
Namun, saat ini, pendamping sosial sudah mulai menerima data BNBA di aplikasi SIKS-NG mobile, yang kemungkinan besar adalah daftar masyarakat yang telah mengajukan pembaruan data dan akan segera disurvei.
 
Jadi, jika Anda mengajukan pembaruan data pada akhir Juli atau Agustus, kemungkinan proses survei akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. 
 
Setelah survei selesai dan data Anda disetujui oleh pusat, biasanya bansos akan mulai cair pada tahap berikutnya (biasanya per tiga bulan sekali).
 
 
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#bansos #kks